Usai Ramadan, Umat Islam Harus Dekatkan Diri pada Allah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin 

 

Masjid Al Jamiah SC, UIN Online Setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadan, umat Islam diharapkan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. ”Mudah-mudahan orang yang menjalankan ibadah puasa khususnya dan ibadah yang lainnya pada bulan Ramadhan, dapat meningkatkan ketaqwaannya dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ucap Dosen Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) Dr Ahmad Dardiri MA dalam khutbah Jumat di Masjid Al Jamiah Student Center, Jumat (2/10). 
 

Menurut Dardiri, orang yang bertaqwa kepada Allah, seharusnya pandai mengendalikan diri dari segala bentuk hawa nafsu. Hal ini sebagai cerminan keberhasilannya menjalankan ibadah puasa. Di samping itu,  orang yang bertaqwa kepada Allah juga harus berpedoman hanya pada al-Qur’an dan Sunnah dengan segala konsekuensinya, sebagai wujud nyata dari tilawah dan tadarus Al-Qur’an selama bulan Ramadhan.

 
Selain itu, lanjut dia, orang yang bertaqwa kepada Allah juga harus memiliki empati terhadap penderitaan orang lain. Ini merupakan kelanjutan dari kebiasaan beramal sodaqoh selama bulan Ramadan. Sehingga menjadi orang yang dermawan.

 

Makna lain di balik hikmah Ramadan adalah selalu menjaga kesucian diri dari segala macam kotoran kehidupan dunia, sebagai perwujudan dari kesucian diri dalam menjaga ibadah puasa Ramadan. 

 

Orang yang menjalankan berbagai macam ibadah pada bulan Ramadan juga harus menjadi ahli ibadah usai Ramadan. Hal ini sebagai konsekuensi dari terbiasanya memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan. Orang yang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan juga harus memiliki sifat solidaritas yang tinggi kepada sesama muslim. []

Usai Ramadan, Umat Islam Harus Dekatkan Diri pada Allah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin 

 

Masjid Al Jamiah SC, UIN Online Setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadan, umat Islam diharapkan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. ”Mudah-mudahan orang yang menjalankan ibadah puasa khususnya dan ibadah yang lainnya pada bulan Ramadhan, dapat meningkatkan ketaqwaannya dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ucap Dosen Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) Dr Ahmad Dardiri MA dalam khutbah Jumat di Masjid Al Jamiah Student Center, Jumat (2/10). 
 

Menurut Dardiri, orang yang bertaqwa kepada Allah, seharusnya pandai mengendalikan diri dari segala bentuk hawa nafsu. Hal ini sebagai cerminan keberhasilannya menjalankan ibadah puasa. Di samping itu,  orang yang bertaqwa kepada Allah juga harus berpedoman hanya pada al-Qur’an dan Sunnah dengan segala konsekuensinya, sebagai wujud nyata dari tilawah dan tadarus Al-Qur’an selama bulan Ramadhan.

 
Selain itu, lanjut dia, orang yang bertaqwa kepada Allah juga harus memiliki empati terhadap penderitaan orang lain. Ini merupakan kelanjutan dari kebiasaan beramal sodaqoh selama bulan Ramadan. Sehingga menjadi orang yang dermawan.

 

Makna lain di balik hikmah Ramadan adalah selalu menjaga kesucian diri dari segala macam kotoran kehidupan dunia, sebagai perwujudan dari kesucian diri dalam menjaga ibadah puasa Ramadan. 

 

Orang yang menjalankan berbagai macam ibadah pada bulan Ramadan juga harus menjadi ahli ibadah usai Ramadan. Hal ini sebagai konsekuensi dari terbiasanya memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan. Orang yang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan juga harus memiliki sifat solidaritas yang tinggi kepada sesama muslim. []

Usai Ramadan, Umat Islam Harus Dekatkan Diri pada Allah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin 

 

Masjid Al Jamiah SC, UIN Online Setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadan, umat Islam diharapkan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. ”Mudah-mudahan orang yang menjalankan ibadah puasa khususnya dan ibadah yang lainnya pada bulan Ramadhan, dapat meningkatkan ketaqwaannya dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ucap Dosen Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) Dr Ahmad Dardiri MA dalam khutbah Jumat di Masjid Al Jamiah Student Center, Jumat (2/10). 
 

Menurut Dardiri, orang yang bertaqwa kepada Allah, seharusnya pandai mengendalikan diri dari segala bentuk hawa nafsu. Hal ini sebagai cerminan keberhasilannya menjalankan ibadah puasa. Di samping itu,  orang yang bertaqwa kepada Allah juga harus berpedoman hanya pada al-Qur’an dan Sunnah dengan segala konsekuensinya, sebagai wujud nyata dari tilawah dan tadarus Al-Qur’an selama bulan Ramadhan.

 
Selain itu, lanjut dia, orang yang bertaqwa kepada Allah juga harus memiliki empati terhadap penderitaan orang lain. Ini merupakan kelanjutan dari kebiasaan beramal sodaqoh selama bulan Ramadan. Sehingga menjadi orang yang dermawan.

 

Makna lain di balik hikmah Ramadan adalah selalu menjaga kesucian diri dari segala macam kotoran kehidupan dunia, sebagai perwujudan dari kesucian diri dalam menjaga ibadah puasa Ramadan. 

 

Orang yang menjalankan berbagai macam ibadah pada bulan Ramadan juga harus menjadi ahli ibadah usai Ramadan. Hal ini sebagai konsekuensi dari terbiasanya memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan. Orang yang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan juga harus memiliki sifat solidaritas yang tinggi kepada sesama muslim. []

Usai Ramadan, Umat Islam Harus Dekatkan Diri pada Allah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin 

 

Masjid Al Jamiah SC, UIN Online Setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadan, umat Islam diharapkan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. ”Mudah-mudahan orang yang menjalankan ibadah puasa khususnya dan ibadah yang lainnya pada bulan Ramadhan, dapat meningkatkan ketaqwaannya dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ucap Dosen Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) Dr Ahmad Dardiri MA dalam khutbah Jumat di Masjid Al Jamiah Student Center, Jumat (2/10). 
 

Menurut Dardiri, orang yang bertaqwa kepada Allah, seharusnya pandai mengendalikan diri dari segala bentuk hawa nafsu. Hal ini sebagai cerminan keberhasilannya menjalankan ibadah puasa. Di samping itu,  orang yang bertaqwa kepada Allah juga harus berpedoman hanya pada al-Qur’an dan Sunnah dengan segala konsekuensinya, sebagai wujud nyata dari tilawah dan tadarus Al-Qur’an selama bulan Ramadhan.

 
Selain itu, lanjut dia, orang yang bertaqwa kepada Allah juga harus memiliki empati terhadap penderitaan orang lain. Ini merupakan kelanjutan dari kebiasaan beramal sodaqoh selama bulan Ramadan. Sehingga menjadi orang yang dermawan.

 

Makna lain di balik hikmah Ramadan adalah selalu menjaga kesucian diri dari segala macam kotoran kehidupan dunia, sebagai perwujudan dari kesucian diri dalam menjaga ibadah puasa Ramadan. 

 

Orang yang menjalankan berbagai macam ibadah pada bulan Ramadan juga harus menjadi ahli ibadah usai Ramadan. Hal ini sebagai konsekuensi dari terbiasanya memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan. Orang yang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan juga harus memiliki sifat solidaritas yang tinggi kepada sesama muslim. []