UMB-PTN dan SNM-PTN Harus Dipertahankan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Rektor Unand Padang

Ancol, UIN Online – Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri wilayah Indonesia Barat (BKS-PTN Barat) bersepakat seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru melalui UMB atau SNMPTN harus tetap dipertahankan. Pelaksanaan seleksi tersebut dinilai lebih efisien dan sangat membantu calon mahasiswa yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

Demikian antara lain keputusan hasil Rapat Tahunan (Rata) ke XXX BKS-PTN Barat yang digelar di Hotel Sheraton Media, Jakarta, sejak 25 hingga 26 Oktober. Rata XXX yang dihadiri 18 rektor dan sejumah pembantu rektor bidang akademik dari PTN di wilayah Indonesia Barat (Kalimantan, Jawa, dan Sumatera) ini ditutup Rektor UIN Prof Dr Komaruddin Hidayat tadi malam di Taman Impian Jaya Ancol. Penutupan ini lebih cepat dari jadwal yang seharusnya berakhir hingga hari ini.

Selain membahas masalah UMB-PTN dan SNM-PTN, Rata juga menghasilkan sedikitnya 10 program aksi lain untuk dilaksanakan bersama di kalangan PTN anggota BKS-PTN Barat.

Dalam draf hasil keputusan Rata XXX yang dibacakan Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Sriwijaya Palembang, Dr Halimi, BKS-PTN Barat pada prinsipnya memandang bahwa penyelenggaraan Ujian Masuk Bersama (UMB) dan Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang sudah berlangsung beberapa tahun itu dinilai masih relevan. Hal itu bukan saja untuk memberi kesempatan bagi calon mahasiswa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia tapi juga menjaga persatuan dan kebersamaan antar-PTN anggota BKS-PTN Barat.

“Meski demikian, BKS-PTN memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk menentukan keikutsertaan dalam program UMB-PTN dan SNM-PTN tersebut,” ujar Halimi seraya menyebutkan, Ketua BKS PTN (Prof Dr Darni M Daud/Rektor Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh) diminta melakukan upaya pendekatan sehingga PTN anggota BKS-PTN Barat dapat bergabung dalam satu program seleksi yang sama.

Butir lainnya, BKS PTN-Barat juga menyepakati pentingnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa. Karena berbagai macam alasan, saat ini kegiatan KKN pada beberapa PTN anggota BKS-PTN merupakan mata kuliah pilihan. BKS-PTN menyadari pentingnya pelaksanaan KKN, dan bahkan minta diintensifkan.

Untuk itu, BKS-PTN akan merintis pelaksanaan kegiatan KKN bersama, terkoordinir, dan satu lokasi yang ditetapkan kemudian. “Rintisan pelaksanaan kegiatan ini akan dimulai melalui pertemuan para Ketua LPM/Koordinator KKN PTN anggota BKS-PTN. Pertemuan akan dilaksanakan di bawah koordinasi Rektor Universitas Jambi,” papar Halimi. Sementara tempat yang dijadikan lokasi kegiatan KKN bersama akan diprioritaskan di daerah bencana dan daerah perbatasan.

Rata ke XXX BKS-PTN Barat juga memutuskan tentang pelaksanaan Rata ke XXXI tahun 2010, yang menurut rencana, akan dilaksanakan di Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah. “Namun, jika Universitas Palangkaraya tidak siap, BKS-PTN merekomendasikan Universitas Sriwijaya Palembang sebagai alternatif,” kata Halimi. (ns)

UMB-PTN dan SNM-PTN Harus Dipertahankan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Rektor Unand Padang

Ancol, UIN Online – Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri wilayah Indonesia Barat (BKS-PTN Barat) bersepakat seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru melalui UMB atau SNMPTN harus tetap dipertahankan. Pelaksanaan seleksi tersebut dinilai lebih efisien dan sangat membantu calon mahasiswa yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

Demikian antara lain keputusan hasil Rapat Tahunan (Rata) ke XXX BKS-PTN Barat yang digelar di Hotel Sheraton Media, Jakarta, sejak 25 hingga 26 Oktober. Rata XXX yang dihadiri 18 rektor dan sejumah pembantu rektor bidang akademik dari PTN di wilayah Indonesia Barat (Kalimantan, Jawa, dan Sumatera) ini ditutup Rektor UIN Prof Dr Komaruddin Hidayat tadi malam di Taman Impian Jaya Ancol. Penutupan ini lebih cepat dari jadwal yang seharusnya berakhir hingga hari ini.

Selain membahas masalah UMB-PTN dan SNM-PTN, Rata juga menghasilkan sedikitnya 10 program aksi lain untuk dilaksanakan bersama di kalangan PTN anggota BKS-PTN Barat.

Dalam draf hasil keputusan Rata XXX yang dibacakan Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Sriwijaya Palembang, Dr Halimi, BKS-PTN Barat pada prinsipnya memandang bahwa penyelenggaraan Ujian Masuk Bersama (UMB) dan Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang sudah berlangsung beberapa tahun itu dinilai masih relevan. Hal itu bukan saja untuk memberi kesempatan bagi calon mahasiswa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia tapi juga menjaga persatuan dan kebersamaan antar-PTN anggota BKS-PTN Barat.

“Meski demikian, BKS-PTN memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk menentukan keikutsertaan dalam program UMB-PTN dan SNM-PTN tersebut,” ujar Halimi seraya menyebutkan, Ketua BKS PTN (Prof Dr Darni M Daud/Rektor Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh) diminta melakukan upaya pendekatan sehingga PTN anggota BKS-PTN Barat dapat bergabung dalam satu program seleksi yang sama.

Butir lainnya, BKS PTN-Barat juga menyepakati pentingnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa. Karena berbagai macam alasan, saat ini kegiatan KKN pada beberapa PTN anggota BKS-PTN merupakan mata kuliah pilihan. BKS-PTN menyadari pentingnya pelaksanaan KKN, dan bahkan minta diintensifkan.

Untuk itu, BKS-PTN akan merintis pelaksanaan kegiatan KKN bersama, terkoordinir, dan satu lokasi yang ditetapkan kemudian. “Rintisan pelaksanaan kegiatan ini akan dimulai melalui pertemuan para Ketua LPM/Koordinator KKN PTN anggota BKS-PTN. Pertemuan akan dilaksanakan di bawah koordinasi Rektor Universitas Jambi,” papar Halimi. Sementara tempat yang dijadikan lokasi kegiatan KKN bersama akan diprioritaskan di daerah bencana dan daerah perbatasan.

Rata ke XXX BKS-PTN Barat juga memutuskan tentang pelaksanaan Rata ke XXXI tahun 2010, yang menurut rencana, akan dilaksanakan di Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah. “Namun, jika Universitas Palangkaraya tidak siap, BKS-PTN merekomendasikan Universitas Sriwijaya Palembang sebagai alternatif,” kata Halimi. (ns)