Ultah ke-22, Ranita Peduli Sungai Ciliwung

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

 

Kampus I, UINJKT OnlineMemperingati hari ulang tahunnya yang ke-22, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Ranita UIN Jakarta menggelar Pameran Foto dan Bazaar Buku Murah di Aula Madya dan Student Center, Selasa hingga Kamis (17-19/3).

 

Acara dengan tema 22 Tahun Antara Peristiwa, Makna dan Kesadaran ini, memamerkan foto-foto kehidupan di sepanjang belantara Sungai Ciliwung. “Kami memilih tema ini karena kami melihat bagaimana Sungai Ciliwung sudah membentuk sebuah peradaban. Dari hulu hingga hilir belantara Ciliwung didiami olah manusia yang makan dan hidup bersama di dan dari Ciliwung,” ucap Ketua Umum Ranita Febianto Satrio Anggoro saat ditemui UINJKT Online.

 

Selain alasan itu, tambah Anggoro, dipilihnya tema ini pun  karena Ranita akan menindaklanjuti kondisi alam di sekitar Sungai Ciliwung. Ranita akan bekerja sama dengan pihak yang berkaitan untuk mengetahui kondisi tanah, lingkungan dan sungai itu sendiri. Sehingga ketika banjir melanda kawasan ini, kami sudah tahu cara untuk mengatasinya.

 

“Langkah yang telah kami lakukan adalah bekerja sama dengan KOMPAS. Saat ini KOMPAS telah melakukan ekspedisi pendataan kondisi Ciliwung dan kami memberi peringatan kepada warganya agar tetap menjaga kebersihan dan menjaga lingkungan agar dapat meminimalisir datangnya banjir,” ujar Anggoro juga mahasiswa Jurusan Agribisnis.  

 

Sepanjang 22 tahun usianya, Ranita UIN Jakarta telah banyak terlibat dalam kancah nasional di antaranya menjadi tim SAR (Search and Rescues) korban tsunami Aceh pada 2004 lalu, menjadi juara dua lomba Orienteering tingkat nasional di Lombok tahun lalu, kegiatan advokasi dan memperjuangkan nasib-nasib alam lainnya.

 

“Saat ini kami sedang memperjuangkan nasib Danau Situ Kuru yang terletak di samping kampus I UIN Jakarta yang kabarnya akan diurug dan akan dibangun gedung baru. Kami akan selalu memperjuangkannya agar hal itu tidak terjadi karena danau itu merupakan salah satu lahan resapan air di areal ini,” tandasnya. [Nif/Ed]

Ultah ke-22, Ranita Peduli Sungai Ciliwung

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

 

Kampus I, UINJKT OnlineMemperingati hari ulang tahunnya yang ke-22, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Ranita UIN Jakarta menggelar Pameran Foto dan Bazaar Buku Murah di Aula Madya dan Student Center, Selasa hingga Kamis (17-19/3).

 

Acara dengan tema 22 Tahun Antara Peristiwa, Makna dan Kesadaran ini, memamerkan foto-foto kehidupan di sepanjang belantara Sungai Ciliwung. “Kami memilih tema ini karena kami melihat bagaimana Sungai Ciliwung sudah membentuk sebuah peradaban. Dari hulu hingga hilir belantara Ciliwung didiami olah manusia yang makan dan hidup bersama di dan dari Ciliwung,” ucap Ketua Umum Ranita Febianto Satrio Anggoro saat ditemui UINJKT Online.

 

Selain alasan itu, tambah Anggoro, dipilihnya tema ini pun  karena Ranita akan menindaklanjuti kondisi alam di sekitar Sungai Ciliwung. Ranita akan bekerja sama dengan pihak yang berkaitan untuk mengetahui kondisi tanah, lingkungan dan sungai itu sendiri. Sehingga ketika banjir melanda kawasan ini, kami sudah tahu cara untuk mengatasinya.

 

“Langkah yang telah kami lakukan adalah bekerja sama dengan KOMPAS. Saat ini KOMPAS telah melakukan ekspedisi pendataan kondisi Ciliwung dan kami memberi peringatan kepada warganya agar tetap menjaga kebersihan dan menjaga lingkungan agar dapat meminimalisir datangnya banjir,” ujar Anggoro juga mahasiswa Jurusan Agribisnis.  

 

Sepanjang 22 tahun usianya, Ranita UIN Jakarta telah banyak terlibat dalam kancah nasional di antaranya menjadi tim SAR (Search and Rescues) korban tsunami Aceh pada 2004 lalu, menjadi juara dua lomba Orienteering tingkat nasional di Lombok tahun lalu, kegiatan advokasi dan memperjuangkan nasib-nasib alam lainnya.

 

“Saat ini kami sedang memperjuangkan nasib Danau Situ Kuru yang terletak di samping kampus I UIN Jakarta yang kabarnya akan diurug dan akan dibangun gedung baru. Kami akan selalu memperjuangkannya agar hal itu tidak terjadi karena danau itu merupakan salah satu lahan resapan air di areal ini,” tandasnya. [Nif/Ed]