Ulama Ethiopia Belajar KB ke UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

RSU, UINJKT Online – Sedikitnya 11 delegasi dari Ethiopian Islamic Affairs Supreme Council (EIASC) atau Majelis Ulama Ethiopia mengunjungi UIN Jakarta untuk belajar Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi. Rombongan yang dipimpin Wakil Presiden EIASC Mr Elias Redman Said diterima Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat di Ruang Sidang Utama, Sabtu (1/11).

 

Dalam kesempatan tersebut, delegasi EIASC berdialog dengan civitas akademika tentang peran UIN Jakarta dalam mendorong partisipasi para tokoh agama Islam dan organisasi berbasis agama dalam mensukseskan program KB dan kesehatan reproduksi di Indonesia. Sebagaimana diketahui, suksesnya program KB di Indonesia tidak lepas dari peran para ulama dan ormas Islam dalam mendorong masyarakat untuk melaksanakan KB.

 

Dialog yang dipandu oleh Direktur Indonesian Bureau of International Affairs (IBIA) Prof Dr Andi Faisal Bakti, diikuti oleh Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Prof Dr MK Tajudin, sejumlah staf pengajar FKIK, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIK, staf IBIA, dan perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

 

Dalam sambutannya, Rektor UIN Jakarta mengatakan, pada masa Orde Baru Indonesia memang telah sukses melaksanakan program keluarga berencana, yang didukung oleh para ulama dan ormas Islam. Namun, pada era Reformasi, program tersebut sempat terlupakan dan tertutupi oleh berbagai persoalan lain yang melanda bangsa Indonesia. Baru pada tahun-tahun belakangan ini Indonesia kembali serius menggalakkan program Keluarga Berencana.

 

Sementara itu, Elias mewakili delegasi EIASC mengungkapkan kekagumannya terhadap suksesnya program KB di Indonesia. Ia berharap pengalaman Indonesia dapat menjadi saran berharga bagi peningkatan program KB di Ethiopia.

 

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Study Tour EIASC ke Indonesia yang diterima Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Mereka berada di Indonesia selama sepekan, sejak  27 Oktober hingga 2 November mendatang. [Moh. Hanifudin Mahfuds]

Ulama Ethiopia Belajar KB ke UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

RSU, UINJKT Online – Sedikitnya 11 delegasi dari Ethiopian Islamic Affairs Supreme Council (EIASC) atau Majelis Ulama Ethiopia mengunjungi UIN Jakarta untuk belajar Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi. Rombongan yang dipimpin Wakil Presiden EIASC Mr Elias Redman Said diterima Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat di Ruang Sidang Utama, Sabtu (1/11).

 

Dalam kesempatan tersebut, delegasi EIASC berdialog dengan civitas akademika tentang peran UIN Jakarta dalam mendorong partisipasi para tokoh agama Islam dan organisasi berbasis agama dalam mensukseskan program KB dan kesehatan reproduksi di Indonesia. Sebagaimana diketahui, suksesnya program KB di Indonesia tidak lepas dari peran para ulama dan ormas Islam dalam mendorong masyarakat untuk melaksanakan KB.

 

Dialog yang dipandu oleh Direktur Indonesian Bureau of International Affairs (IBIA) Prof Dr Andi Faisal Bakti, diikuti oleh Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Prof Dr MK Tajudin, sejumlah staf pengajar FKIK, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIK, staf IBIA, dan perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

 

Dalam sambutannya, Rektor UIN Jakarta mengatakan, pada masa Orde Baru Indonesia memang telah sukses melaksanakan program keluarga berencana, yang didukung oleh para ulama dan ormas Islam. Namun, pada era Reformasi, program tersebut sempat terlupakan dan tertutupi oleh berbagai persoalan lain yang melanda bangsa Indonesia. Baru pada tahun-tahun belakangan ini Indonesia kembali serius menggalakkan program Keluarga Berencana.

 

Sementara itu, Elias mewakili delegasi EIASC mengungkapkan kekagumannya terhadap suksesnya program KB di Indonesia. Ia berharap pengalaman Indonesia dapat menjadi saran berharga bagi peningkatan program KB di Ethiopia.

 

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Study Tour EIASC ke Indonesia yang diterima Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Mereka berada di Indonesia selama sepekan, sejak  27 Oktober hingga 2 November mendatang. [Moh. Hanifudin Mahfuds]