UKM KSR Gelar Donor Darah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Aula SC, UINJKT Online Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Suka Rela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) mengggelar donor darah dalam rangka menyadarkan manusia untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan darah, khususnya dari pendonor mahasiswa UIN Jakarta.

“Namun, dalam acara donor darah kali ini pihak Unit Tranfusi Darah Cabang (UTDC) tidak menerima pendonor dari golongan darah B, dikarenakan masih banyak stok dan pihak UTDC juga tidak ingin sia-sia darah terbuang begitu saja,” ujar ketua panitia Eko Fitriyani saat diwawancarai UINJKT Online di Ruang kerjanya, Rabu (11/3).

Seperti biasa UKM KSR menyelenggarakan kegiatan donor darah bekerjasama dengan UTDC Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Tangerang. Dan kegiatan donor darah ini dilakukan di Aula Student Center.

Dalam kegiatan ini, UKM KSR berharap ingin menunjukkan pada mahasiswa UIN Jakarta bahwa UKM KSR itu ada, dan sesuai dengan nama UKM, bahwa KSR selalu menyelenggarakan yang berhubungan dengan dunia kesehatan. Selain itu UKM KSR yang merupakan wadah bagi peminat yang ingin mempunyai pengalaman tentang kesehatan.

Dalam pantauan UINJKT Online, kegiatan donor darah kali ini cukup rame sampai ada yang mengantre untuk mendapatkan formulir, padahal pada donor darah kali ini ada salah satu golongan darah yang tidak menerima untuk mendonorkan.

Kegiatan donor darah yang selalu dilakukan setiap tiga bulan sekali ini, UKM KSR PMI kebanjiran pendonor sampai 150 yang sudah mendaftar. Namun hasil akhir belum diketahui berapa jumlah yang telah mendonorkan.

“Adapun bagi yang ingin mendonorkan darah, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi seorang pendonor yaitu berat badan minimal 45 kg, tensinya harus normal, tidak dalam keadaan sakit, khusus bagi wanita tidak dalam keadaan haid. Terakhir diupayakan bagi pendonor agar tidak berbohong baik itu saat mengisi formulir maupun saat diwawancara karena akan merugikan orang lain,” ucap mahasiswa FITK.

UKM KSR Gelar Donor Darah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Aula SC, UINJKT Online Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Suka Rela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) mengggelar donor darah dalam rangka menyadarkan manusia untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan darah, khususnya dari pendonor mahasiswa UIN Jakarta.

“Namun, dalam acara donor darah kali ini pihak Unit Tranfusi Darah Cabang (UTDC) tidak menerima pendonor dari golongan darah B, dikarenakan masih banyak stok dan pihak UTDC juga tidak ingin sia-sia darah terbuang begitu saja,” ujar ketua panitia Eko Fitriyani saat diwawancarai UINJKT Online di Ruang kerjanya, Rabu (11/3).

Seperti biasa UKM KSR menyelenggarakan kegiatan donor darah bekerjasama dengan UTDC Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Tangerang. Dan kegiatan donor darah ini dilakukan di Aula Student Center.

Dalam kegiatan ini, UKM KSR berharap ingin menunjukkan pada mahasiswa UIN Jakarta bahwa UKM KSR itu ada, dan sesuai dengan nama UKM, bahwa KSR selalu menyelenggarakan yang berhubungan dengan dunia kesehatan. Selain itu UKM KSR yang merupakan wadah bagi peminat yang ingin mempunyai pengalaman tentang kesehatan.

Dalam pantauan UINJKT Online, kegiatan donor darah kali ini cukup rame sampai ada yang mengantre untuk mendapatkan formulir, padahal pada donor darah kali ini ada salah satu golongan darah yang tidak menerima untuk mendonorkan.

Kegiatan donor darah yang selalu dilakukan setiap tiga bulan sekali ini, UKM KSR PMI kebanjiran pendonor sampai 150 yang sudah mendaftar. Namun hasil akhir belum diketahui berapa jumlah yang telah mendonorkan.

“Adapun bagi yang ingin mendonorkan darah, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi seorang pendonor yaitu berat badan minimal 45 kg, tensinya harus normal, tidak dalam keadaan sakit, khusus bagi wanita tidak dalam keadaan haid. Terakhir diupayakan bagi pendonor agar tidak berbohong baik itu saat mengisi formulir maupun saat diwawancara karena akan merugikan orang lain,” ucap mahasiswa FITK.