UKM Kalacitra dan Ranita Peduli Pendidikan Anak Korban Lumpur Lapindo

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Hall FTIK, UIN Online – Memperingati empat tahun semburan lumpur Lapindo, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) RANITA dan Komunitas Mahasiswa Fotografi (KMF) KALACITRA bekerjasama dengan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Solidaritas Alam (Solam), LS ADI, dan South to South Film menggalang dana solidaritas Rp 1.000 per orang bagi pendidikan anak korban lumpur Lapindo, di Hall FITK, Rabu-Kamis (23-24/6).

Selain, diisi penggalangan dana, kegiatan bertajuk “Mau Dibawa Kemana Nasib Anak-anak Korban Lumpur Lapindo” itu juga diisi sejumlah acara lainnya seperti aksi damai, teatrikal, pameran foto, diskusi, talkshow, serta pemutaran film yang berhubungan dengan korban lumpur Lapindo.

“Kami prihatin, akibat luapan lumpur Lapindo, banyak orang tua kehilangan mata pencahariannya yang menyebabkan hampir 6 ribu anak putus sekolah,” kata  koordinator aksi  Pandu Jati.

Dari pantauan UIN Online, kegiatan yang dipusatkan di Hall FTIK itu menampilkan aksi teatrikal penderitaan korban lumpur Lapindo. Aksi itu menggambarkan sejumlah peralatan sekolah seperti meja, kursi, papan nama sekolah, yang seolah-olah tergenang lumpur, serta foto semburan lumpur Lapindo dan dampak terhadap masyarakat.

Dari FITK, para aktivis berkeliling kampus menyambangi mahasiswa yang sedang nongkrong atau makan di kantin  untuk meminta donasi uang sebesar seribu per orang. “Alhamdulilah setelah keliling kampus I, uang yang terkumpul untuk pendidikan anak-anak korban Lapindo lumayan untuk donasi kalangan mahasiswa, tapi uang tersebut belum dihitung. Dan jika sudah selesai uang itu akan kami serahkan ke LSM Jatam yang ada di Jakarta,” ujar mahasiswa semester delapan itu. []

UKM Kalacitra dan Ranita Peduli Pendidikan Anak Korban Lumpur Lapindo

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Hall FTIK, UIN Online – Memperingati empat tahun semburan lumpur Lapindo, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) RANITA dan Komunitas Mahasiswa Fotografi (KMF) KALACITRA bekerjasama dengan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Solidaritas Alam (Solam), LS ADI, dan South to South Film menggalang dana solidaritas Rp 1.000 per orang bagi pendidikan anak korban lumpur Lapindo, di Hall FITK, Rabu-Kamis (23-24/6).

Selain, diisi penggalangan dana, kegiatan bertajuk “Mau Dibawa Kemana Nasib Anak-anak Korban Lumpur Lapindo” itu juga diisi sejumlah acara lainnya seperti aksi damai, teatrikal, pameran foto, diskusi, talkshow, serta pemutaran film yang berhubungan dengan korban lumpur Lapindo.

“Kami prihatin, akibat luapan lumpur Lapindo, banyak orang tua kehilangan mata pencahariannya yang menyebabkan hampir 6 ribu anak putus sekolah,” kata  koordinator aksi  Pandu Jati.

Dari pantauan UIN Online, kegiatan yang dipusatkan di Hall FTIK itu menampilkan aksi teatrikal penderitaan korban lumpur Lapindo. Aksi itu menggambarkan sejumlah peralatan sekolah seperti meja, kursi, papan nama sekolah, yang seolah-olah tergenang lumpur, serta foto semburan lumpur Lapindo dan dampak terhadap masyarakat.

Dari FITK, para aktivis berkeliling kampus menyambangi mahasiswa yang sedang nongkrong atau makan di kantin  untuk meminta donasi uang sebesar seribu per orang. “Alhamdulilah setelah keliling kampus I, uang yang terkumpul untuk pendidikan anak-anak korban Lapindo lumayan untuk donasi kalangan mahasiswa, tapi uang tersebut belum dihitung. Dan jika sudah selesai uang itu akan kami serahkan ke LSM Jatam yang ada di Jakarta,” ujar mahasiswa semester delapan itu. []