Uka Tjandrasasmita Berulang Tahun

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Syahida Inn, UIN Online – Dosen arkeologi Islam Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) serta Sekolah Pascasarjaan UIN Dr Uka Tjandrasasmita genap berusia 80 tahun. Peringatan ulang tahun ditandai dengan peluncuran buku karya Uka berjudul Arkeologi Islam Nusantara dan pemotongan kue di Syahid Inn, Kamis (8/10). Turut hadir Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat, mantan Dirjen Kebudayaan Depdiknas Prof Dr Edi Sedyawati, Dekan FAH Dr Abdul Choir serta sejumlah kerabat dekat Uka.

Dalam sambutannya rektor menilai, Uka termasuk manusia “langka” karena jarang ada orang yang ahli dan menekuni arkeologi Islam. Karena itu, Uka bukan saja harus mendapat nilai amat baik tetapi summa kumlaude. “Meski usianyanya telah 80 tahun, namun ia masih berkomitmen menggeluti arkeologi Islam,” katanya. Sementara Pembantu Dekan Bidang Akademik FAH Dra Tati Hartimah MA memuji Uka sebagai kamus arkeologi berjalan.

Buku karya pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 8 Oktober 1930 ini merupakan kumpulan tulisannya. Buku berisi 23 naksah karya Uka dibagi dalam tiga bab, yakni Arkeologi Islam dan Dinamika Kosmopolitanisme, Arkeologi Islam dan Dinamika Lokal di Nusantara dan Arkeologi Islam dan Penaskahan Nusantara.

Para pakar filologi, arkeologi dan sejarah menilai, buku karya arkeolog perkotaan Islam nusantara ini telah berhasil menggabungkan antara keilmuan sudut filologi, arkeologi dan sejarah. “Banyak persamaan antara filologi dan arkeologi. Keduanya sama-sama bahasa masa lalu. Dan buku ini cukup berhasilkan mengawinkan antara sejarah, filologi dan arkeologi,” kata Direktur EFEO Indonesia Prof Dr Henry Chambert Loir dalam seminar bedah buku Arkeolog Islam Nusantara.

Adapun Irmawati M Johan dari Deprtemen Arkeologi Universitas Indonesia menilai, buku yang akan diterbitkan beberapa hari ke depan ini, dianggap sangat mutakhir pada masa lalu dan sangat relevan untuk masa kini. “Buku ini adalah sebuah rekonstruksi sejarah kebudayaan Islam di Nusantara lewat artefak dan naskah,” katanya.

Buku karya Uka diterbitkan atas kerja sama FAH dengan Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementrian Budaya dan Pariwisata (Mendubpar), Ecole Francaised’Extreme-Orient (EFEO) Indonesia  dan Balitbang dan Diklat Departemen Agama.

 

 

Uka Tjandrasasmita Berulang Tahun

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Syahida Inn, UIN Online – Dosen arkeologi Islam Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) serta Sekolah Pascasarjaan UIN Dr Uka Tjandrasasmita genap berusia 80 tahun. Peringatan ulang tahun ditandai dengan peluncuran buku karya Uka berjudul Arkeologi Islam Nusantara dan pemotongan kue di Syahid Inn, Kamis (8/10). Turut hadir Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat, mantan Dirjen Kebudayaan Depdiknas Prof Dr Edi Sedyawati, Dekan FAH Dr Abdul Choir serta sejumlah kerabat dekat Uka.

Dalam sambutannya rektor menilai, Uka termasuk manusia “langka” karena jarang ada orang yang ahli dan menekuni arkeologi Islam. Karena itu, Uka bukan saja harus mendapat nilai amat baik tetapi summa kumlaude. “Meski usianyanya telah 80 tahun, namun ia masih berkomitmen menggeluti arkeologi Islam,” katanya. Sementara Pembantu Dekan Bidang Akademik FAH Dra Tati Hartimah MA memuji Uka sebagai kamus arkeologi berjalan.

Buku karya pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 8 Oktober 1930 ini merupakan kumpulan tulisannya. Buku berisi 23 naksah karya Uka dibagi dalam tiga bab, yakni Arkeologi Islam dan Dinamika Kosmopolitanisme, Arkeologi Islam dan Dinamika Lokal di Nusantara dan Arkeologi Islam dan Penaskahan Nusantara.

Para pakar filologi, arkeologi dan sejarah menilai, buku karya arkeolog perkotaan Islam nusantara ini telah berhasil menggabungkan antara keilmuan sudut filologi, arkeologi dan sejarah. “Banyak persamaan antara filologi dan arkeologi. Keduanya sama-sama bahasa masa lalu. Dan buku ini cukup berhasilkan mengawinkan antara sejarah, filologi dan arkeologi,” kata Direktur EFEO Indonesia Prof Dr Henry Chambert Loir dalam seminar bedah buku Arkeolog Islam Nusantara.

Adapun Irmawati M Johan dari Deprtemen Arkeologi Universitas Indonesia menilai, buku yang akan diterbitkan beberapa hari ke depan ini, dianggap sangat mutakhir pada masa lalu dan sangat relevan untuk masa kini. “Buku ini adalah sebuah rekonstruksi sejarah kebudayaan Islam di Nusantara lewat artefak dan naskah,” katanya.

Buku karya Uka diterbitkan atas kerja sama FAH dengan Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementrian Budaya dan Pariwisata (Mendubpar), Ecole Francaised’Extreme-Orient (EFEO) Indonesia  dan Balitbang dan Diklat Departemen Agama.