Ujian Lisan Berjalan Lancar

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Hamzah

Kampus UIN Jakarta, UINJKT Online - Ujian lisan atau wawancara bagi mahasiswa baru UIN Jakarta yang diseleksi melalui jalur Ujian Mandiri hari ini berjalan lancar. Meski demikian, di sejumlah lokasi ujian, sebagian tim penguji tak sedikit yang datang molor dari jadual yang ditetapkan, yakni pukul 08.30.

Para penguji terdiri atas dosen dan tenaga administrasi yang berjumlah 461 orang. Mereka dibantu oleh sejumlah petugas yang ditelah dipersiapkan panitia. Di lokasi tertentu seperti di kelas, tim penguji diterjunkan paling sedikit dua orang dengan jumlah peserta masing-masing 15 orang. Sementara di lokasi yang cukup luas seperti di Auditoum Utama, tim penguji  mencapai antara 20 hingga 30 orang dari total peserta banyak 6.930 orang.

Menurut panitia ujian lisan, Muhammad Guruh, ujian lisan kali ini mengedepankan keahlian mahasiswa baru tentang pengetahuan keagamaan, yang meliputi hafalan bacaan shalat, surat-surat pendek dan doa sehari–hari. Selain itu juga kemampuan membaca al-Qur’an dengan teks Arab bersyakal.

Namun, lanjut dia, bagi calon mahasiswa yang berasal dari sekolah umum SMA/SMK), mereka tetap sama akan dites tentang keagamaan karena porsi materi tes keagamaannya sangat mendasar. Materi ujian lainnya yaitu kemampuan berbahasa Arab dan menerjemahkan, yang meliputi menyalin atau menulis bahasa Arab, membaca teks Arab tanpa syakal, memahami atau menerjemahkan teks bahasa Arab, dikte (imla) menulis teks arab pendek dan pengetahuan tata bahasa Arab.

”Biasanya, pewawancara yang memberikan tes pengetahuan membaca teks tanpa syakal atau pengetahuan tata bahasa Arab. Hal ini diberikan pada calon mahasiswa yang berasal dari pesantren atau sekolah agama, karena dipastikan mereka pernah belajar bahasa tersebut,” katanya.

Selain pengetahuan agama, ujian lisan juga memberikan tes tentang kepribadian dan akhlak sehari-hari. Tes ini meliputi perilaku dan narkoba. Pada ujian lisan kali ini para peserta tidak begitu banyak dibebani dengan materi karena soalnya disepadankan dengan kemampuan mahasiswa baru.

”Ujiannya bisa dijangkau, karena bacaan suratnya tidak panjang-panjang. Lagi pula, jika peserta tidak bisa menjawab, penguji lisan akan memberikan penjelasan atau menuntun jawaban yang diberikan. Pendeknya, penguji lisannya cukup kooperatif dan care banget,” ujar Ni Nyoman

Ujian Lisan Berjalan Lancar

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Hamzah

Kampus UIN Jakarta, UINJKT Online - Ujian lisan atau wawancara bagi mahasiswa baru UIN Jakarta yang diseleksi melalui jalur Ujian Mandiri hari ini berjalan lancar. Meski demikian, di sejumlah lokasi ujian, sebagian tim penguji tak sedikit yang datang molor dari jadual yang ditetapkan, yakni pukul 08.30.

Para penguji terdiri atas dosen dan tenaga administrasi yang berjumlah 461 orang. Mereka dibantu oleh sejumlah petugas yang ditelah dipersiapkan panitia. Di lokasi tertentu seperti di kelas, tim penguji diterjunkan paling sedikit dua orang dengan jumlah peserta masing-masing 15 orang. Sementara di lokasi yang cukup luas seperti di Auditoum Utama, tim penguji  mencapai antara 20 hingga 30 orang dari total peserta banyak 6.930 orang.

Menurut panitia ujian lisan, Muhammad Guruh, ujian lisan kali ini mengedepankan keahlian mahasiswa baru tentang pengetahuan keagamaan, yang meliputi hafalan bacaan shalat, surat-surat pendek dan doa sehari–hari. Selain itu juga kemampuan membaca al-Qur’an dengan teks Arab bersyakal.

Namun, lanjut dia, bagi calon mahasiswa yang berasal dari sekolah umum SMA/SMK), mereka tetap sama akan dites tentang keagamaan karena porsi materi tes keagamaannya sangat mendasar. Materi ujian lainnya yaitu kemampuan berbahasa Arab dan menerjemahkan, yang meliputi menyalin atau menulis bahasa Arab, membaca teks Arab tanpa syakal, memahami atau menerjemahkan teks bahasa Arab, dikte (imla) menulis teks arab pendek dan pengetahuan tata bahasa Arab.

”Biasanya, pewawancara yang memberikan tes pengetahuan membaca teks tanpa syakal atau pengetahuan tata bahasa Arab. Hal ini diberikan pada calon mahasiswa yang berasal dari pesantren atau sekolah agama, karena dipastikan mereka pernah belajar bahasa tersebut,” katanya.

Selain pengetahuan agama, ujian lisan juga memberikan tes tentang kepribadian dan akhlak sehari-hari. Tes ini meliputi perilaku dan narkoba. Pada ujian lisan kali ini para peserta tidak begitu banyak dibebani dengan materi karena soalnya disepadankan dengan kemampuan mahasiswa baru.

”Ujiannya bisa dijangkau, karena bacaan suratnya tidak panjang-panjang. Lagi pula, jika peserta tidak bisa menjawab, penguji lisan akan memberikan penjelasan atau menuntun jawaban yang diberikan. Pendeknya, penguji lisannya cukup kooperatif dan care banget,” ujar Ni Nyoman