UIN Malang Kagumi BLU UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Nuraini Lyna Wulandari

Gedung Rektorat, UIN Online – Pembantu Rektor Bidang Administrsi Umum UIN Malang Prof Dr Syaifulloh mengaku kagum dengan perkembangan Badan Layanan Umum (BLU) UIN Jakarta. Pesatnya perkembangan UIN Jakarta mendorong UIN Malang untuk menimba pengalaman dari UIN Jakarta. Bahkan, UIN Malang menjadikan UIN Jakarta sebagai tolok ukur bagi kemajuannya. Hal itu diungkapkan Syaifullah saat berkunjung ke UIN Jakarta dalam rangka studi banding, di Ruang Sidang Utama, Jumat (6/8).

“Maksud kedatangan kami  ke UIN Jakarta untuk studi banding mengenai program pengembangan UIN Jakarta yang sejak Maret 2008 lalu sudah menjadi BLU. Kami sangat tertarik ingin mengetahui bagaimana sistem pengembangan serta pemasaran bisnis umum di UIN Jakarta,” kata Syaifulloh.

Kedatangan Syaifullah dan tim UIN Malang diterima hangat oleh Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar MA dan Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari Makruf MA.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu, Amsal Bakhtiar menjelaskan program BLU di UIN Jakarta. Di antara program yang dijalankan adalah pengelolaan  keuangan instansi dan pengoperasian lahan bisnis baik integrasi maupun non-integrasi.  Ia juga menjelaskan sejak menjadi BLU pada 2008 hingga kini kas UIN Jakarta berkembang pesat.

“Dengan adanya mekanisme BLU, pengelolaan keuangan serta pemasukan kas UIN Jakarta lebih berkembang serta terorganisir. Hal ini terlihat  dari perkembangan gedung-gedung, lahan-lahan bisnis seperti penyewaan lahan Rumah Sakit, Madrasah Pembangunan, Sewa Parkir dan, Darma Wanita, serta penyediaan SDM yang memadai,” papar Amsal yang juga Guru Besar Filsafat di Fakultas Ushuluddin.

Menurut Amsal, teknik dan strategi BLU harus sesuai dengan peraturan yang dibuat pemerintah tentang undang-undang BLU. Pengelolaan keuangan baik untuk lahan sektor bisnis maupun laporan keuangan kas instansi tidak boleh melanggar aturan.

Selama kunjungan berlangsung, pihak UIN Jakarta memberikan kesempatan tanya jawab tentang BLU kepada pihak UIN Malang. Acara yang juga dihadiri oleh pejabat UIN baik dr pihak  Malang maupun Jakarta tersebut ditutup dengan pemberian cinderamata sebagai simbol diplomasi kedua pihak. []

UIN Malang Kagumi BLU UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Nuraini Lyna Wulandari

Gedung Rektorat, UIN Online – Pembantu Rektor Bidang Administrsi Umum UIN Malang Prof Dr Syaifulloh mengaku kagum dengan perkembangan Badan Layanan Umum (BLU) UIN Jakarta. Pesatnya perkembangan UIN Jakarta mendorong UIN Malang untuk menimba pengalaman dari UIN Jakarta. Bahkan, UIN Malang menjadikan UIN Jakarta sebagai tolok ukur bagi kemajuannya. Hal itu diungkapkan Syaifullah saat berkunjung ke UIN Jakarta dalam rangka studi banding, di Ruang Sidang Utama, Jumat (6/8).

“Maksud kedatangan kami  ke UIN Jakarta untuk studi banding mengenai program pengembangan UIN Jakarta yang sejak Maret 2008 lalu sudah menjadi BLU. Kami sangat tertarik ingin mengetahui bagaimana sistem pengembangan serta pemasaran bisnis umum di UIN Jakarta,” kata Syaifulloh.

Kedatangan Syaifullah dan tim UIN Malang diterima hangat oleh Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar MA dan Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari Makruf MA.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu, Amsal Bakhtiar menjelaskan program BLU di UIN Jakarta. Di antara program yang dijalankan adalah pengelolaan  keuangan instansi dan pengoperasian lahan bisnis baik integrasi maupun non-integrasi.  Ia juga menjelaskan sejak menjadi BLU pada 2008 hingga kini kas UIN Jakarta berkembang pesat.

“Dengan adanya mekanisme BLU, pengelolaan keuangan serta pemasukan kas UIN Jakarta lebih berkembang serta terorganisir. Hal ini terlihat  dari perkembangan gedung-gedung, lahan-lahan bisnis seperti penyewaan lahan Rumah Sakit, Madrasah Pembangunan, Sewa Parkir dan, Darma Wanita, serta penyediaan SDM yang memadai,” papar Amsal yang juga Guru Besar Filsafat di Fakultas Ushuluddin.

Menurut Amsal, teknik dan strategi BLU harus sesuai dengan peraturan yang dibuat pemerintah tentang undang-undang BLU. Pengelolaan keuangan baik untuk lahan sektor bisnis maupun laporan keuangan kas instansi tidak boleh melanggar aturan.

Selama kunjungan berlangsung, pihak UIN Jakarta memberikan kesempatan tanya jawab tentang BLU kepada pihak UIN Malang. Acara yang juga dihadiri oleh pejabat UIN baik dr pihak  Malang maupun Jakarta tersebut ditutup dengan pemberian cinderamata sebagai simbol diplomasi kedua pihak. []