UIN Kampanyekan Batik

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kampus UIN, UIN Online – Imbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar masyarakat Indonesia mengenakan batik pada 2 Oktober ini disambut positif oleh warga kampus UIN. Buktinya, hari ini hampir seluruh sivitas akademika UIN, termasuk mahasiswa, mengenakan batik sebagai salah satu karya budaya bangsa Indonesia.

Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat serta para pembantu rektor pun ikut berpartisipasi dalam kampanye batik di kampus. Bahkan, mereka sempat foto bersama di depan gedung rektorat, lengkap dengan pakaian batik yang dikenakan. “Ini salah satu apresiasi warga kampus UIN terhadap batik,” ujarnya.

Di hampir seluruh ruangan kantor, baik di kampus I maupun kampus II, para pegawai juga terlihat mengenakan batik. Di Bagian Ortala dan Kepegawaian misalnya, para pegawai tak sekadar berbatik tapi juga mengenakan kostum dengan warna dan motif sama.

“Kami memang ingin sedikit tampil beda,” kata salah satu pegawai, sesaat setelah rapat penerimaan CPNS tahun 2009 di ruang sidang utama.

Pengenaan batik yang hari ini hampir merata di seluruh Indonesia tak lain sebagai bentuk apresiasi setelah organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dunia (Unesco) mengakui batik sebagai karya bangsa Indonesia pada 28 September lalu. Namun, penghargaan resmi terhadap batik dilakukan pada 2 Oktober ini di Abu Dhabi. Sejalan dengan itu Presiden SBY pun mengimbau agar bangsa Indonesia mengenakan batik. (ns)

UIN Kampanyekan Batik

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kampus UIN, UIN Online – Imbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar masyarakat Indonesia mengenakan batik pada 2 Oktober ini disambut positif oleh warga kampus UIN. Buktinya, hari ini hampir seluruh sivitas akademika UIN, termasuk mahasiswa, mengenakan batik sebagai salah satu karya budaya bangsa Indonesia.

Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat serta para pembantu rektor pun ikut berpartisipasi dalam kampanye batik di kampus. Bahkan, mereka sempat foto bersama di depan gedung rektorat, lengkap dengan pakaian batik yang dikenakan. “Ini salah satu apresiasi warga kampus UIN terhadap batik,” ujarnya.

Di hampir seluruh ruangan kantor, baik di kampus I maupun kampus II, para pegawai juga terlihat mengenakan batik. Di Bagian Ortala dan Kepegawaian misalnya, para pegawai tak sekadar berbatik tapi juga mengenakan kostum dengan warna dan motif sama.

“Kami memang ingin sedikit tampil beda,” kata salah satu pegawai, sesaat setelah rapat penerimaan CPNS tahun 2009 di ruang sidang utama.

Pengenaan batik yang hari ini hampir merata di seluruh Indonesia tak lain sebagai bentuk apresiasi setelah organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dunia (Unesco) mengakui batik sebagai karya bangsa Indonesia pada 28 September lalu. Namun, penghargaan resmi terhadap batik dilakukan pada 2 Oktober ini di Abu Dhabi. Sejalan dengan itu Presiden SBY pun mengimbau agar bangsa Indonesia mengenakan batik. (ns)