UIN Jakarta Tingkatkan Research Internasional

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

unduhanLP2M, BERITA UIN Online—Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta menambah kuota peserta penelitian, baik visiting profesor maupun reasearch fellowship. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung pencapaian cita-cita UIN Jakarta menjadi universitas riset.

Disampaikan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Dr M. Arsykal Salim GP MA saat diwawancara tim kontributor BERITA UIN Online di ruang redaksi, Kamis (17/03).

“Pada dasarnya tahun ini tidak banyak perubahan, secara umum hampir sama dengan tahun sebelumnya. Hanya, ada penambahan pada jumlah kuota yang disediakan untuk program reasearch fellowship dan visiting profesor. Dan untuk pendaftar kedua program ini akan kami tunggu sampai awal April, ” jelasnya.

Ditambahkannya, bahwa penambahan jumlah kuota tersebut berimplikasi pada penambahan anggaran yang dibutuhkan untuk penelitian hingga 100% dari tahun 2015 lalu. “Pada tahun 2015 alokasi dana sebesar 14 Miliar dan pada tahun ini dana yang dialokasikan untuk penelitian sebesar 28 miliar,” tandasnya.

Sekedar informasi, pada tahun 2015 kuota yang tersedia hanya untuk 10 orang peneliti. Namun, pada tahun 2016 ini UIN Jakarta menyediakan kuota sebanyak 16 orang, yaitu tujuh orang untuk program visiting profesor dan sembilan orang untuk  program reasearch fellowship.

Di waktu yang sama, terkait dengan buku ajar pada tahun ini, ada beberapa perubahan sistem dan penurunan jumlah. Pada 2015 lalu, buku ajar yang didukung oleh LP2M UIN Jakarta sebanyak 17 buah buku, maka pada tahun ini hanya 13 buku ajar.

“Persyaratan dan sistem pengajuan buku ajar 2016 ini beubah, saat ini dosen-dosen harus menyerahkan naskahnya 90% terlebih dahulu di bulan Juli agar semunya dapat berjalan seperti yang diharapkan. Selain itu, penentuan jumlah buku ajar ini merupakan hasil evaluasi bersama,” terangnya. (LRF)