UIN Jakarta Tingkatkan Pelayanan Kebahasaan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Diorama, UINJKT Online – Setelah melihat rendahnya hasil tes Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dan Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL) mahasiswa angkatan 2005-2006 yang digelar pada Februari lalu. UIN Jakarta berencana akan meningkatkan pelayanan kebahasaan. Dalam hal ini Pusat Bahasa (PB) yang sebelumnya berstatus Unit Pelaksana Teknis akan ditingkatkan menjadi lembaga kebahasaan. Usaha itu dilakukan guna menjadikan PB lebih berwenang dalam memberikan kebijakan dalam urusan kebahasaan di UIN Jakarta.

Usaha yang dilakukan di antaranya UIN Jakarta melakukan workshop dua hari ”Mencari Model Pembelajaran Bahasa Asing Yang Bermutu Bagi Pengembangan UIN Jakarta Sebagai World Class University” di Diorama, Senin-Selasa (3-4/7). Workshop dihadiri sejumlah dosen bahasa dari berbagai fakultas.

”Hasil workshop menyatakan, di antaranya calon mahasiswa yang akan masuk UIN Jakarta harus memiliki TOEFL minimal 300, buku panduan yang digunakan para dosen bahasa akan disinergikan dengan PB serta dosen yang mengajarkan bahasa di setiap fakultas akan dibina oleh PB,” kata Direktur PB Dr Atiq Susilo.

Dengan ketentuan tersebut, diharapkan mahasiswa mampu memiliki kemampuan TOEFL mencapai 450 dan TOAFL 375 untuk fakultas umum serta 500 untuk jurusan kebahasaan. ”Ketentuan itu tidak dapat dicabut karena sudah disahkan dalam SK 241 tahun 2005,” Atik melanjutkan.

Hasil workshop selanjutnya akan diserahkan kepada rektor dan akan mulai diimplementasikan pada tahun akademik 2010-2011 mendatang.

 

UIN Jakarta Tingkatkan Pelayanan Kebahasaan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Diorama, UINJKT Online – Setelah melihat rendahnya hasil tes Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dan Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL) mahasiswa angkatan 2005-2006 yang digelar pada Februari lalu. UIN Jakarta berencana akan meningkatkan pelayanan kebahasaan. Dalam hal ini Pusat Bahasa (PB) yang sebelumnya berstatus Unit Pelaksana Teknis akan ditingkatkan menjadi lembaga kebahasaan. Usaha itu dilakukan guna menjadikan PB lebih berwenang dalam memberikan kebijakan dalam urusan kebahasaan di UIN Jakarta.

Usaha yang dilakukan di antaranya UIN Jakarta melakukan workshop dua hari ”Mencari Model Pembelajaran Bahasa Asing Yang Bermutu Bagi Pengembangan UIN Jakarta Sebagai World Class University” di Diorama, Senin-Selasa (3-4/7). Workshop dihadiri sejumlah dosen bahasa dari berbagai fakultas.

”Hasil workshop menyatakan, di antaranya calon mahasiswa yang akan masuk UIN Jakarta harus memiliki TOEFL minimal 300, buku panduan yang digunakan para dosen bahasa akan disinergikan dengan PB serta dosen yang mengajarkan bahasa di setiap fakultas akan dibina oleh PB,” kata Direktur PB Dr Atiq Susilo.

Dengan ketentuan tersebut, diharapkan mahasiswa mampu memiliki kemampuan TOEFL mencapai 450 dan TOAFL 375 untuk fakultas umum serta 500 untuk jurusan kebahasaan. ”Ketentuan itu tidak dapat dicabut karena sudah disahkan dalam SK 241 tahun 2005,” Atik melanjutkan.

Hasil workshop selanjutnya akan diserahkan kepada rektor dan akan mulai diimplementasikan pada tahun akademik 2010-2011 mendatang.