UIN Jakarta Tetap Peduli Lingkungan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Gedung Pusat PAT, BERITA UIN Online – UIN Jakarta sebagai salah satu perguruan tinggi Islam negeri akan tetap memperhatikan lingkungan wilayah, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Hal itu ditegaskan Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Kerja Sama Dr Jamhari saat menandatangani kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) antara UIN Jakarta dan Yayasan Dompet Dhuafa (DD) di gedung Pusat Pelayanan Administrasi Terpadu (PAT), Rabu (14/3).

“UIN Jakarta sudah lama peduli dengan lingkungan. Karena itu sebagai lembaga pendidikan tinggi selain melakukan kegiatan akademik dan penelitian, pengabdian kepada masyarakat juga tetap menjadi concern UIN Jakarta,” katanya.

Hingga kini sudah banyak kegiatan sosial dan lingkungan yang dilakukan UIN Jakarta. Hal itu menunjukkan bahwa UIN Jakarta memang cukup peduli dan menaruh perhatian besar terhadap masyarakat sekitar kampus. Di bidang lingkungan misalnya, UIN Jakarta aktif melakukan penanaman pohon dan penataan daerah resapan air seperti danau Situ Kuru dan Situ Gintung. Sementara di bidang sosial, kepedulian dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai bhakti sosial dan KKN mahasiswa, termasuk penyuluhan cara berkendara yang baik (safety riding) di kalangan para tukang ojek di sekitar kampus.

Terkait kerja sama dengan DD, Jamhari juga menandaskan ketepatannya. Sebab, seperti yang diakuinya, DD selama ini dikenal sebagai yayasan sosial yang sudah banyak menangani masyarakat kurang mampu atau peduli lingkungan. “Karena itu kerja sama ini diharapkan akan ada sinergi antara UIN Jakarta sebagai lembaga pendidikan dan Yayasan Dompet Dhuafa sebagai lembaga sosial,” ujarnya.

Menurut Jamhari, kerja sama dengan DD akan difokuskan kepada penanganan anak-anak jalanan yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan. Penanganan tersebut akan dilakukan sepenuhnya oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UIN Jakarta. Adapun sebagai mitra kegiatan, kerja sama lebih lanjut akan melibatkan tiga fakultas terkait, yakni Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (bidang pendidikan), Fakultas Psikologi (bidang konseling), dan Fakultas Sains dan Teknologi (bidang agribisnis atau usaha produktif).

Sementara itu, Ketua LPM Dr Yayan Sofyan mengatakan, penanganan anak-anak jalanan akan dilakukan secara terpadu. Selain melibatkan tiga fakultas di UIN Jakarta, penanganan program juga akan menggandeng beberapa lembaga pemerintahan dan swasta di wilayah Tangsel, seperti Dinas Pendidikan, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, serta LSM.

“Kita ketahui bahwa masalah anak-anak jalanan atau anak-anak putus sekolah itu sangat kompleks, sehingga membutuhkan penanganan secara terpadu dan berkesinambungan,” jelasnya.

Sesuai rencana, program pembinaan sosial itu akan dilakukan di kawasan kampus II UIN Jakarta, tepatnya di Jalan Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur. Di kawasan seluas lebih dari 2.000 meter persegi tersebut akan dibangun rumah singgah semi permanen dengan arsitektur bernuansa bambu. “Biar lebih artistik dan unik,” kata Yayan.

MoU ditandatangani Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Kerja Sama Dr Jamhari dan Direktur Yayasan Dompet Dhuafa Ismail A. Said. Turut menyaksikan Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof Dr Moh Matsna HS dan Kepala Biro Administrasi Akademik Dr Sumuran Harahap. (H. Farihin)