UIN Jakarta Teken MoU dengan Sucofindo

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online Untuk meningkatkan mutu dan mendapatkan sertifikasi laboratorium, UIN Jakarta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Sucofindo di ruang kerja rektor, Gedung Rektorat, Selasa, (27/8/2013).

“UIN Jakarta adalah lembaga Pendidikan yang tumbuh dinamis dan akan sangat produktif bila dapat berdampingan secara sistemik,” ujar Rektor UIN Jakarta Prof Dr  Komaruddin Hidayat, dalam sambutannya menjelang penandatanganan MoU.

Perguruan Tinggi Negeri, sambungnya, di Indonesia baru 7 yang mendapatkan akreditasi A, termasuk UIN Jakarta. “Dengan adanya sertifikasi dari Sucofindo ini, UIN Jakarta bisa mendapatkan pengakuan dan bisa menularkannya kepada PTAIN yang lain,” harapnya.

Dr Jamhari MA, selaku Wakil Rektor (Warek) Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerjasama yang turut menyaksikan penandatanganan tersebut, menambahkan, bahwa UIN Jakarta belum merasa percaya diri dengan laboratorium yang ada. “Karena laboratorium yang kami miliki belum disertifikasi secara baik,” ujarnya.

Sementara itu, Rudiyanto, Direktur Komersial II Sucofindo, menyatakan, bahwa kelemahan lembaga Islam adalah karena melakukan segala sesuatunya hanya bermodalkan ikhlas tanpa dibarengi dengan administrasi yang baik.

“Administrasinya hanya tahu sama tahu, tidak ada standar yang jelas, sehingga di kemudian hari muncul perselisihan,” tandasnya.

Dengan adanya sertifikasi ini, lanjutnya, di samping dapat bermanfaat untuk meningkatkan performa organisasi, juga dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan daya saing organisasi.

“Untuk sertifikasi laboratorium, kami akan memberikan jaminan tertulis bahwa sebuah laboratorium telah memenuhi persyaratan, sehingga layak untuk digunakan,” tambahnya.

Penandatanganan MoU ini disaksikan oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Dr Abdul Wahid Hasyim MA, Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Dra Reti Indarsih, sejumlah kepala bagian dan beberapa dosen UIN Jakarta. (MF)