UIN Jakarta Teken MoA dengan Kedubes Perancis

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Menara BCA, BERITA UIN Online–Tepat pukul 11.15 WIB,  Pusat Bahasa UIN Jakarta menandatangani nota kesepakatan atau Momorandum of Agreement (MoA) dengan Institut Français d’Indonésie (IFI) di di Institut Français Indonesia Menara BCA – 40th floor, Jl. M. H. Thamrin n°1, Jakarta Pusat, Senin (16/7).

Penandatangan MoA dari pihak UIN Jakarta diwakili oleh Pembantu Rektor Bidang Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Kerjasama Dr Jamhari dan Direktur Pusat Bahasa M. Zuhdi PhD. Sedangkan dari pihak IFI diwakili Direktur Kerjasama dan Kebudayaan Dr Bertrand de Hartiningh dan Wakil  Atase Bidang Bahasa M Laurent Criquent.

Kedua belah pihak menekan MoA,  setelah sebelumnya Dr Bertrand membaca pasal-pasal MoA dengan bahasa Indonesia. “Ok. Ini final,” ujarnya.

Penandatangan MoA ini juga dihadiri dan disaksikan oleh Direktur International Office UIN Jakarta Yenny Ratna Yuningsih PhD dan sejumlah tamu undangan dari Kedutaan Besar (Kedubes) Perancis.

MoA itu diteken oleh kedua belah pihak sebagai tindak lanjut dari penandatangan nota kesepahaman atau Momorandum of Understanding (MoU) antara pihak UIN Jakarta dengan Kedubes Perancis di Jakarta pada 30 Mei 2012 lalu.

MoU itu ditandatangani oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia Bertrand Lortholary dan Rektor UIN Jakarta  Prof Dr Komaruddin Hidayat di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, yang kemudian dilanjutkan pagelaran dan pertunjukkan festival seni Perancis.

Menurut Zuhdi, kerjasama antara Pusat Bahasa dan IFI akan berlangsung selama dua tahun. Perancis melalui Kedutaannya akan memberikan kursus bahasa Perancis bagi mahasiswa, dosen maupun karyawan yang berminat pada bahasa Perancis. “Kerjasama kita duan tahun. Mereka akan membuka kursus di UIN Jakarta bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di sana,”ujarnya.

Dengan menguasai bahasa Perancis, kata Zuhdi, maka terbuka peluang besar bagi mahasiswa, dosen, dan karyawan untuk mendapatkan beasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri Perancis.”Yang bagus bisa melanjutkan studi di sana dengan beasiswa dari pemerintah Perancis,”sambung peraih doktor dari McGill University itu.

Pemerintah Perancis, papar dia, menyediakan beasiswa bagi warga Indonesia di bidang sosial dan teknologi.

Sementara Bertrand menyatakan, penguasaan bahasa Perancis itu sangat penting, karena ia termasuk bahasa internasional. “Bahasa internasional itu Inggris, Mandarin, Arab, Spanyol, dan Perancis. Untuk studi pascasarjana di perguruan tinggi di Perancis orang harus bisa bahasa Perancis,”katanya. (D.Antariksa/Sdn)