UIN Jakarta Siap Kerjasama Ekonomi Islam dan Teknologi dengan Iran

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

 

 

Auditorium Prof Dr Harun Nasution, BERITA UIN Online—UIN Jakarta berencana melakukan kerjasama pengembangan Ekonomi Islam  dan sains teknologi dengan sejumlah universitas di Iran.  UIN Jakarta memilih Iran, karena negara para mullah itu dianggap berhasil mengembangan ekonomi, meskipun ditekan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Demikian Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat dalam sambutannya pada International Conference bertajuk The Role and Contribution Iranian Scholaras to Islamic Civilization di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Jakarta, Kamis (8/3).

Di bidang sains teknologi, kata Rektor, Iran juga punya keunggulan tersendiri, terutama bagi negara-negara mayoritas Muslim maupun negara-negara Dunia Ketiga.

“Puncak pengembangan Fisika itu pengembangan nuklir. Dan, sekarang perkembangan ekonomi Islam di Iran juga sangat advandce. Jadi kita ingin setelah acara konferensi ini ada kerjasama antara UIN Jakarta dengan universitas-universitas di sana,”ujarnya.

Menurutnya, secara historis Iran memang telah melahirkan banyak ilmuan dan tokoh. Jika seseorang belajar atau membaca sejarah sains, maka ia akan menemukan banyak ilmuan dan filsuf Iran. Karena itu, tradisi keilmuan para sarjana Iran layak dikembangkan dan ditiru.

Rektor berharap, kerjasama UIN Jakarta dengan sejumlah universitas Iran segera terwujud. “Karena kita banyak kesamaan dengan Iran, misalnya, Iran dan Indonesia sama-sama mayoritas Muslim non-Arab. Kedua negara juga disegani di Dunia Muslim. Jadi ini mudah untuk dilakukan kerjamasa,” harapnya.

Pada sisi lain, katanya, unsur-unsur budaya antara dua negara ini tak berbeda jauh. Malahan, di bidang nasionalisme dan militansi Indonesia bisa mencontoh Iran. “Dari sisi demografis, Iran itu kecil. Tapi, karena ilmu pengetahuan dan budayanya, Iran punya militansi yang tangguh,”imbuh Rektor.

Lantaran kekuatan ilmu pengetahuan dan budayanya, Iran tidak saja berani melawan negara-negara Barat, tetapi ia juga berunjuk gigi kepada Amerika Serikat. “Satu-satunya negara kecil yang Muslim yang berani melawan hegemoni Amerika itu Iran. Ini karena ilmu dan militansinya,” sambungnya. (Zaenal M)