Salah satu peserta calon petugas master of ceremony (kiri) saat mengikuti audisi di Ruang Uni Club Auditorium Harun Nasution, Kamis (10/8/2017).

Ruang Uni Club, BERITA UIN Online – Padatnya kegiatan di UIN Jakarta menuntut kebutuhan terhadap tenaga master of ceremony (MC). Namun, masalahnya tak semua pegawai mampu melakukan pekerjaan itu, sehingga perlu dicari tenaga relawan lain yang lebih piawai dan berbakat.

Untuk itu pula, UIN Jakarta melalui Sub Bagian Publikasi dan Dokumentasi telah menyeleksi sedikitnya 14 calon petugas MC atau pembawa acara dari kalangan mahasiswa. Seleksi dilakukan di Ruang Uni Club Auditorium Harun Nasution, Kamis (10/8/2017), dalam bentuk audisi langsung.

Ketua Tim Penyeleksi yang juga staf Pubdok Evanauli Aprilla menjelaskan, seleksi awal dilakukan secara terbuka melalui mekanisme penyebaran formulir kepada mahasiswa. Dari formulir yang disebar terdapat 26 peserta yang mendaftar. Namun, saat seleksi pembuatan naskah acara dalam bahasa Arab dan Inggris, hanya 17 peserta yang dinyatakan lolos.

“Mereka yang sudah mendaftar diminta membuat narasi acara wisuda sarjana dalam dua bahasa, yaitu Inggris dan Arab. Setelah itu mereka diminta tampil untuk mengikuti audisi,” jelasnya. Hanya saja, lanjutnya, dari 17 peserta tadi, cuma 14 peserta yang mengikuti audisi.

Audisi peserta yang dibuka Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Dr Rudi Subiyantoro itu dilakukan secara sederhana di ruang tertutup. Tim juri terdiri atas Evanauli Aprilla (praktisi MC) dan Taufan Maulana Firdaus (Pusat Pengembangan Bahasa). Kriteria penilaian meliputi penampilan, ekspresi wajah, vocal, dan intonasi.

“Setelah dilakukan penilaian secara maraton, tim juri hanya menetapkan lima peserta saja yang dianggap layak,” jelas Evanauli.

Kelima peserta yang dinyatakan lolos pada seleksi tersebut adalah Wuliani Amalia (mahasiswi Jurusan Biologi Fakultas  Sains dan Teknologi semester 7), Niki Leres Mulyati (mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan semester 7), Rayhan Bayruni (mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi semester 5), Fatma Hidayah (mahasiswi Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum semester 5), dan Isyfi Anny Azmi (mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora semester 3).

Peserta yang dinyatakan lolos tersebut selanjutnya akan mengikuti bimbingan intensif mengenai cara-cara ngemsi. Bahkan, mereka juga akan bertugas menjadi MC pada peringatan 17 Agustus dan wisuda sarjana ke-105 mendatang.

Sementara itu, Kepala Sub Pundok Feni Arifiani MH mengatakan, perekrutan tenaga MC mahasiswa akan terus dilakukan. Hal itu sesuai dengan program Pubdok sebagai “penyedia jasa” ngemsi.

“Kami berharap para petugas MC tak cuma tahu cara-cara mengorganisir acara, melainkan juga memahami keadaan khalayak audiennya,” katanya. (ns)

Share This