Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – UIN Jakarta menyediakan sedikitnya 5.500 kursi pada penerimaan calon mahasiswa baru program S1 tahun akademik 2017/2018. Jumlah tersebut hampir sama dengan tahun lalu dan akan diperebutkan melalui beberapa jalur seleksi masuk.

Demikian dikatakan  Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Drs Zaenal Arifin MPd.I kepada BERITA UIN Online di gedung Rektorat, Kamis (16/2/2017). “Daya tampung UIN Jakarta kisarannya hanya diangka itu. Hal itu mengingat ruang kelas yang terbatas,” katanya.

Menurut Zaenal, kuota kursi yang disediakan UIN Jakarta memang terbatas. Padahal animo masyarakat cukup tinggi sehingga banyak yang tidak tertampung. Tahun lalu saja, katanya, jumlah pendaftar atau yang mengikuti seleksi masuk UIN Jakarta mencapai lebih dari 120.000 orang untuk semua jalur masuk.

“Ya apa boleh buat. Karena kuota dan daya tampung terbatas, tidak semua peminat diterima,” ujarnya.

Ia menjelaskan, daya tampung dan besaran persentase setiap jalur masuk berbeda-beda sesuai porsi masing-masing perguruan tinggi negeri. Untuk UIN Jakarta misalnya, penerimaan calon mahasiswa baru yang dijaring melalui enam jalur seleksi dengan 54 program studi angkanya bervariasi. Pada jalur SNMPTN (prestasi), UIN Jakarta hanya menerima sebesar 30 persen.

Kemudian jalur SBMPTN (ujian tulis) sebesar 30 persen, SPAN PTKIN sebesar 50 persen, UM PTKIN sebesar 30 persen, dan jalur Mandiri sebesar 60 persen (40 persen program studi umum dan 20 persen program studi keagamaan). Sedangkan sisanya, yakni jalur beasiswa khusus, angkanya antara 5-10 persen.

Zaenal berharap, daya tampung UIN Jakarta ke depan dapat bertambah seiring dengan makin tingginya animo masyarakat tersebut. Namun, hal itu belum dapat dilakukan dalam waktu dekat mengingat UIN Jakarta masih memiliki keterbatasan lahan untuk membangun gedung perkuliahan. (ns)

 

Share This