Ciputat, BERITA UIN Online— UIN Jakarta kembali meraih peringkat terdepan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam daftar pemeringkatan perguruan tinggi yang dilakukan Webometrics 2017. Publikasi Webometrics per Juli 2017 mencatat, UIN Jakarta berhasil rangking tertinggi pemeringkatan Webometrics di lingkungan PTKIN.

Data publikasi yang dikutip BERITA UIN Online, Selasa (1/8/2017), mencatat UIN Jakarta menempati urutan per tama PTKIN dengan menempati peringkat ke-20 nasional. Posisi ini jauh lebih baik dibanding PTKIN lain yang menyusul dengan hanya menempati peringkat urutan ke-46 nasional.

Menurut Webometrics, raihan peringkat ini dikontribusikan oleh skor pada empat indikator pemeringkatan webometrics. Masing-masing yaitu indikator Presence 1115, indikator Impact 1190, indikator Openness 1546, dan indikator Excellence 5722.

Diketahui, Webometrics merupakan sistem perangkingan perguruan tinggi dunia berbasis website. Pemeringkatan yang dilakukan Cybermetric Lab Spanyol ini melakukan pemeringkatan dengan mengukur empat indikator penting, yaitu Presence (5%), Visibility (50%), Transparency atau Openness (10%), dan Excellence atau Scholar (35%).

Presence merupakan jumlah halaman website yang terekam pada mesin pencari Google; Visibility merupakan jumlah eksternal link unik atau backlink yang diterima domain web perguruan tinggi (inlinks) yang terekam mesin pencari Google; Openness merupakan jumlah file dokumen  Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc,.docx) and Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang dapat diakses serta terhubung dengan domain website universitas yang terekam oleh mesin pencari Google Scholar; dan Excellence merupakan jumlah artikel publikasi ilmiah karya sivitas akademika yang terindeks di Google Scholar seperti Scimago.

Penggunaan  berbagai indikator berbasis web tidak lepas dari keyakinan bahwa kehadiran dan visibilitas web dapat dijadikan indikator kinerja global sebuah universitas. Indikator ini mempertimbangkan komitmen pengajaran, hasil penelitian, prestise internasional hingga hubungan dengan masyarakat, termasuk sektor industri dan ekonomi universitas. Tujuannya, mempromosikan publikasi Web, mendukung inisiatif Open Access, mendukung akses elektronik untuk publikasi ilmiah dan materi akademik lainnya.

Menanggapi itu,Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA mengaku bersyukur dengan kembalinya UIN Jakarta meraih posisi terdepan pemeringkatan Webometrics PTKIN. “Tentu saja ini merupakan kerja keras kita bersama-sama, seluruh sivitas akademik, dalam mengembangkan institusi,” katanya.

Hanya saja, rektor mengingatkan, kenaikan peringkat di lingkungan PTKIN tidak boleh melenakan sivitas akademik. Menurutnya, UIN Jakarta ke depan harus lebih bekerja keras agar pemeringkatan UIN Jakarta bisa bersaing secara nasional dengan perguruan tinggi nasional maupun regional global dengan perguruan tinggi di Asia Tenggara, Asia, dan global.

Sebagai catatan, perolehan peringkat ini terus mengukuhkan peringkat UIN Jakarta dalam pemeringkatan Webometrics. Perhitungan Juli tahun lalu, mmisalnya, UIN Jakarta meraih posisi terdepan PTKIN meski hanya menempati urutan 36 pemeringkatan total seluruh perguruan tinggi nasional. (farah nh/yuni nurkamaliah/zm)

Share This