Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— UIN Jakarta melalui Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bakal memperluas program pengabdian pada masyarakat kota Tangerang Selatan di tahun 2018. Pengabdian dilakukan melalui realisasi program penguatan kapasitas sumber daya birokrasi dan warga kota Tangerang Selatan berdasar kesepakatan kerjasama UIN Jakarta dan pemerintah kota setempat.

Demikian disampaikan Ketua PPM UIN Jakarta Djaka Badranaya ME kepada BERITA UIN Online di kantor PPM, Lantai 2 Gedung Rektorat UIN Jakarta, Rabu (6/11/2017). Sebagai perguruan tinggi di wilayah Tangerang Selatan, jelasnya, UIN Jakarta memiliki kewajiban moral dan akademik untuk memperkuat birokrasi dan kewargaan masyarakat setempat.

“Intinya, ini juga tidak lepas dari keinginan Bu Walikota (Airin Rachmy Diani SH M.Kn) yang ingin meningkatkan penguatan sumber daya birokrasi di lingkungan Pemkot dan masyarakat Tangsel sendiri,” paparnya.

Penguatan kapasitas sumber daya birokrasi, sambungnya, dilakukan UIN Jakarta dengan memfasilitasi pelatihan aparatur sipil di berbagai unit tugas Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Dua diantaranya, pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi fungsional perencana dan peneliti Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan diklat bagi aparatur sipil unit pengelola keuangan daerah.

Diklat bagi fungsional perencana dan peneliti rencananya akan direalisasikan Februari mendatang yang diikuti 35 aparatur sipil di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan organisasi Pemerintah Daerah (OPD) se-Kota Tangerang Selatan. Rencananya, diklat dilangsungkan selama 10 hari atau setara 80-100 jam pelajaran.

Materi diklatnya sendiri dipilih materi yang diharapkan berdampak langsung bagi pengambilan kebijakan publik terkait kepentingan warga setempat. Diantaranya, materi perencanaan pembangunan, pendekatan pembangunan teknokratik, penganggaran pembangunan, linearitas program RPJMD, linearitas program dengan visi misi walikota, strategi managemen di sektor publik.

Goal yang diinginkan ada bagaimana penentuan kebijakan publik Pemkot Tangsel betul-betul bisa sesuai kebutuhan tujuan pembangunan sosial masyarakat setempat,” katanya.

Masih di lini aparatur sipil pemkot setempat, pengembangan kapasitas dilakukan dengan memfasilitasi training pengelolaan keuangan daerah. Fasilitasi ini dibutuhkan agar pelaporan keuangan di lingkungan pemkot sesuai dengan format pelaporan yang ditetapkan pemerintah pusat. Lainnya, agar pengelolaan keuangan daerah juga bisa dilakukan secara efektif, efisien, dan optimal bagi pembangunan sosial, ekonomi, infrastruktur setempat.

Untuk penguatan sumber daya warga masyarakat, sambung dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini, UIN Jakarta melalui PPM akan turut mengutus sedikitnya 50 mahasiswa melalukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Kolaborasi Tematik mulai tahun depan. Program KKN yang diikuti berbagai perguruan tinggi se-Kota Tangsel ini akan difokuskan dalam pemetaan dan penanggulangan isu-isu lingkungan hidup dan kemiskinan.

Masih di sektor yang sama, UIN Jakarta juga akan memberikan pelatihan singkat soft skill wirausaha digital dan ekonomi kreatif bagi para lulusan SMA ber-KTP Tangsel.  Pelatihan diberikan sebagai penyiapan para generasi muda Tangsel yang tida melanjutkan pendidikan tinggi ke dunia kerja.

Saat membuka Pelatihan Sistem Pelaporan Keuangan Daerah Berbasis Akrual di Lingkungan Pemerintah Kota Tangsel bagi 30 akuntan dan staf keuangan se-Pemkot Tangsel, di UIN Jakarta, Senin (20/11/2017), Walikota Tangsel Airin Rachmy Diani SH, MH, M.Kn mengatakan, kegiatan diklat bagi aparatur sipil negara ditujukan bagi penguatan kapasitas sumber daya birokrasi. Dan, penguatan kapasitas sumber daya menjadi komitmen kepemimpinannya.

Menurutnya, penguatan kapasitas dibutuhkan karena berhubungan erat realisasi program pembangunan sosial kota Tangerang Selatan. “Peningkatan kapasitas diri tidak untuk sendiri, tapi untuk semuanya. Bagaimana pelatihan ini berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Itu yang penting,” paparnya. (farah nh/yuni nk/zm)

Share This