‘UIN Jakarta Miniatur Indonesia’

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Luthfi Destianto

Auditorium Utama, UINJKT Online Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Jakarta Prof Dr Din Syamsuddin mengatakan, nama UIN Jakarta telah tersohor di masyarakat dunia. Alasanya, UIN Jakarta dianggap sebagai miniatur bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Din saat memberikan sambutan atas nama alumni pada Wisuda Sarjana ke-75 di Auditorium Utama, Sabtu, (4/4). Wisuda dihadiri Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat, sejumlah guru besar, dan orang tua wisudawan/wisudawati.

“UIN Jakarta, yang dikenal sebagai kampus pembaharu, memiliki sivitas akademika yang multikultur dan etnis,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Wakil Ketua ICMI Pusat ini.

Indonesia, lanjutnya, yang sebagian besar penduduknya beragama Islam dan dikenal cukup moderat, memiliki ratusan suku dan etnis. UIN Jakarta mampu merefleksikan hal tersebut dengan mahasiswanya yang berasal dari Aceh hingga Papua.

Namun, menurut Din, meski mayoritas berpenduduk Muslim, bangsa Indonesia hanya unggul dalam kuantitas, sedangkan secara kualitas masih kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Karena itu, Din mengharapkan agar wisudawan yang dilantik segera terjun kembali ke masyarakat untuk membangun daerahnya masing-masing

“Kita belajar di atas dasar Islam yang menghargai kemanusiaan. Ketika selesai studi di UIN Jakarta, terjunlah ke masyarakat. Jadilah katalisator yang mendorong kesejahteraan masyarakat Indonesia,” kata Din di depan 794 sarjana baru yang diwisuda.

Din mengaku setiap kali berkunjung ke luar negeri seringkali mengungkapkan tentang kebanggaannya dengan UIN Jakarta yang sudah maju pesat, baik fisik maupu non-fisik “Namun, gedung yang megah tidak berarti merepresentasikan sebuah kemajuan sumber daya manusia di dalamnya,” kata alumnus Jurusan Perbandingan Agama FUF UIN Jakarta ini.

 

‘UIN Jakarta Miniatur Indonesia’

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Luthfi Destianto

Auditorium Utama, UINJKT Online Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Jakarta Prof Dr Din Syamsuddin mengatakan, nama UIN Jakarta telah tersohor di masyarakat dunia. Alasanya, UIN Jakarta dianggap sebagai miniatur bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Din saat memberikan sambutan atas nama alumni pada Wisuda Sarjana ke-75 di Auditorium Utama, Sabtu, (4/4). Wisuda dihadiri Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat, sejumlah guru besar, dan orang tua wisudawan/wisudawati.

“UIN Jakarta, yang dikenal sebagai kampus pembaharu, memiliki sivitas akademika yang multikultur dan etnis,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Wakil Ketua ICMI Pusat ini.

Indonesia, lanjutnya, yang sebagian besar penduduknya beragama Islam dan dikenal cukup moderat, memiliki ratusan suku dan etnis. UIN Jakarta mampu merefleksikan hal tersebut dengan mahasiswanya yang berasal dari Aceh hingga Papua.

Namun, menurut Din, meski mayoritas berpenduduk Muslim, bangsa Indonesia hanya unggul dalam kuantitas, sedangkan secara kualitas masih kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Karena itu, Din mengharapkan agar wisudawan yang dilantik segera terjun kembali ke masyarakat untuk membangun daerahnya masing-masing

“Kita belajar di atas dasar Islam yang menghargai kemanusiaan. Ketika selesai studi di UIN Jakarta, terjunlah ke masyarakat. Jadilah katalisator yang mendorong kesejahteraan masyarakat Indonesia,” kata Din di depan 794 sarjana baru yang diwisuda.

Din mengaku setiap kali berkunjung ke luar negeri seringkali mengungkapkan tentang kebanggaannya dengan UIN Jakarta yang sudah maju pesat, baik fisik maupu non-fisik “Namun, gedung yang megah tidak berarti merepresentasikan sebuah kemajuan sumber daya manusia di dalamnya,” kata alumnus Jurusan Perbandingan Agama FUF UIN Jakarta ini.