Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— UIN Syarif Hidayatullah berhasil masuk dalam deretan kampus hukum terfavorit 2018 dalam survei Hukumonline dan Youth Manual, Rabu (9/5/2018). Prestasi ini didasarkan pada penilaian firma-firma hukum bergengsi nasional, mulai dari jumlah lulusan yang terserap di firma hukum hingga kepuasan atas kualitas lulusannya.

Survei yang dilakukan Hukumonline dan Youth Manual pada 34 firma hukum nasional menempatkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam posisi 15 besar kampus hukum terfavorit 2018 dari total 78 kampus nasional yang masuk dalam pemeringkatan. Pada pemeringkatan ini, survei dilakukan dengan menjangkau perguruan tinggi negeri maupun swasta berakreditasi A dan B.

Pada posisi 15 besar, UIN Jakarta berada di belakang sejumlah kampus dengan tradisi ilmu hukum (konvensional) seperti UI, UNPAD, UGM, UNAIR, dan UNAND. Meski begitu, UIN Jakarta masih berada di urutan terdepan dari beberapa kampus hukum favorit lainnya seperti UNBRAW, UII, BINUS, dan UNS.

Bahkan, jika pemeringkatan lebih dipersempit berdasarkan status Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berakreditasi A, posisi UIN Jakarta meningkat signifikan ke urutan kedelapan dengan skor 10.40. Di posisi ini, UIN Jakarta berada di belakang tujuh kampus hukum lebih mapan seperti UI, UNPAD, UGM, UNDIP, USU, UNAIR, UNAND. Kendati begitu, UIN Jakarta berada di depan UNIBRAW dan UNS.

Survei sendiri dilakukan media daring hukum terkemuka nasional, Hukumonline, pada 34 firma hukum besar nasional. Sedang penilaiannya mencakup lima aspek, yakni tingkat penerimaan alumni, jumlah lulusan yang dipromosikan setelah 1 tahun bekerja di firma hukum, jumlah lulusan yang diterima kerja di firma hukum kurang dari 6 bulan setelah lulus pendidikan sarjana, jumlah lulusan dari perguruan tinggi yang bekerja di firma hukum telah memiliki izin praktik advokat atau telah dinyatakan lulus ujian profesi advokat, dan skor akreditasi program studi.

Dalam simpulan risetnya, Hukumonline berharap hasil survei bisa menjadi informasi berharga bagi kampus, calon mahasiswa, dan firma hukum. Bagi kampus hukum menjadi masukan penting berdasarkan suara para pengguna lulusannya di dunia kerja, dalam hal ini industri jasa hukum. “Kampus-kampus hukum bisa berlomba untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan agar menghasilkan lulusan terbaik di bidang hukum,” catatnya. (farah nh/yuni nk/zm/hukumonline)

Share This