UIN Jakarta Luluskan 1.166 Sarjana Baru

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hilda Savitri

Auditorium, BERITA UIN Online – UIN Jakarta kembali meluluskan 1.166 sarjana baru tahun akademik 2012/2013. Mereka berasal dari 12 fakultas, termasuk Sekolah Pascasarjana. Upacara pelepasan dan pelantikan para sarjana baru tersebut dilakukan Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat pada Wisuda Sarjana ke-88 di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Sabtu (3/11). Selain melantik para sarjana baru, Rektor juga memberikan penghargaan kepada 13 sarjana terbaik yang berpredikat amat baik dan kumlaude.

Pada wisuda bertajuk “Aktualisasi Kesalehan Sosial untuk Kejayaan Bangsa” kali ini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan meluluskan sebanyak 350 orang, Fakultas Adab dan Humaniora (48 orang), Fakultas Ushulludin (10 orang), Fakultas Syariah dan Hukum (215 orang), Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi  (82 orang),  Fakultas Dirasat Islamiyah (36 orang), Fakultas Psikologi (29 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (138 orang), Fakultas Sains dan Teknologi (164 orang), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (22 orang), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (36 orang). Sedangkan Sekolah Pascasarjana meluluskan sebanyak 24 orang Magister dan 12 orang Doktor.

Sementara itu, para lulusan adalah Tendi (FITK) dengan IPK 3,91, Erika (FAH) IPK 3,91, Ali Thaufan Dwi Saputra (FU) IPK 3,51, Bani Pamungkas (FSH) IPK 3,82, Halimatus Sya’diyah (Fidikom) IPK 3,84, Ananda Teuku Nadzaruddin (FDI) IPK 3,96, Anisha Arwan (Fpsi) IPK 3,67, Qonita Lutfiah (FEB), IPK 3,76, Mutya Silvia (FST) IPK 3,84, Dian Firanti Allisa (FKIK) IPK 3,93, dan Andi Anggana (FISIP) IPK 3,79. Adapun Sekolah Pascasarjana, sarjana terbaik diraih oleh Agus Iswanto (S-2) dengan IPK 3,68, dan Ibnu Anshori (S-3) dengan IPK 3,80.

Dalam sambutannya, Rektor di antaranya menjelaskan mengenai makna simbolik baju toga para wisudawan. Menurut dia, topi lebar bermakna keluasan pikiran. Sedangkan lima sudut topi menjadi simbol banyaknya penyelesaian suatu masalah, bukan satu masalah. Selain itu, Rektor mengharapkan para lulusan UIN Jakarta dapat menjadi pribadi yang matang dan mapan seperti makna yang terkandung dalam warna hitam pada kostum wisudawan.

Di sisi lain, Rektor juga berharap agar para sarjana baru tersebut mempunyai semangat seperti pemuda di zaman penjajahan. Di era tersebut, pemuda mempunyai semangat yang luar biasa untuk menyatukan NKRI. Semangat itu dapat ditunjukkan dengan cara bekerja yang jujur, tetap terus berprestasi dan selalu belajar dengan baik.

“Saat ini pemuda tidak sepantasnya untuk berkeluh kesah karena tidak harus berjuang untuk menyatukan NKRI, melainkan hanya dituntut untuk bekerja dengan baik. Jika para pemuda tidak bisa melakukan tuntutan tersebut, maka dapat dianggap menghianati perjuangan para pendahulunya,” ujar Rektor.