I-MELT

Cover depan website I-MELT Conference 2016 UIN Jakarta dan UP Malaysia dengan alamat http://imelt.event.uinjkt.ac.id/.

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– Rektor UIN Jakarta resmi melaunching website Indonesia-Malaysia English Learning Teaching (I-MELT) Conference 2016 pada Jum’at, (14/10/16) di ruang rapat rektor, Gedung Rektorat lantai 2.

“Hari ini saya luncurkan secara resmi website event konferensi internasional pertama dari 15 event internasional yang akan diadakan di UIN Jakarta,” ujar Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA dengan membaca basmalah sambil mengklik alamat http://imelt.event.uinjkt.ac.id/.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Prof Dr M Arskal Salim GP MA yang menjadi penggagas lahirnya website ini menjelaskan, I-MELT Conference adalah upaya kolaborasi pertama antara UIN Jakarta dan Universiti Putra Malaysia (UPM) berfokus pada English Learning Teaching (ELT) dan tema yang relevan di ELT.

“Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris serta praktek penelitian merupakan aspek penting dalam menghadapi era kolaborasi di kedua Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan ASEAN Free Trade Area era (AFTA) guna mempersiapkan rakyat melalui pendidikan,” ujar Arskal.

Untuk mendapatkan tujuan ini, lanjutnya, beberapa upaya pengembangan ilmu pengetahuan melalui praktek inovatif pengajaran, penelitian, dan publikasi perlu dianggap serius. Sebagai dua negara tetangga, Indonesia dan Malaysia bekerja sama untuk membangun hubungan akademis ini untuk saling berbagi dan belajar dari berbagai budaya ELT.

“Pertama, I-MELT akan digelar di Jakarta oleh UIN Jakarta, selanjutnya di Malaysia oleh UPM dengan tema Breaking Borders, Enriching ELT Experience,” papar Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum ini.

Ditambahkannya, tahun ini I-MELT telah berhasil mengundang beberapa tokoh terkemuka di dunia dalam ELT di beberapa daerah. Di antaranya, Alan Maley (pengajar), Brian Tomlinson (pengembangan materi), Carolyn Graham (lagu dan puisi), Jan Blake (bercerita), Stephen Hall (Inggris untuk Keperluan Khusus) dan banyak lagi.

Selain itu, Arskal menjelaskan, beberapa pengajar ELT Malaysia dikonfirmasi untuk berpartisipasi dalam konferensi ini. Beberapa dari mereka seperti Arshad Abd Shamad (tata bahasa instruksi dan pengujian), Siti Hamin Tapa (analisis genre, retorika), Umi Kalthoum (kurikulum dan pengajaran), Husniah Sahamid (guru berpikir kritis), Moh Amin Din (lagu dalam ELT), dan Seyed Ali Rezvani (kosa kata instruksi).

Sedangkan untuk ELT Indonesia, akan disampaikan para sarjana terkenal, seperti Fuad Abdul Hamied (penilaian, metodologi ELT), Joko Nurkamto (pengembangan kurikulum), Ikhsanudin (mengajar masyarakat), Setiono Sugiharto (tata bahasa pengajaran), dan beberapa pembicara lainnya.

“Kami tunggu partisipasi para pakar lainnya untuk turut berkontribusi dalam event ini dengan mengakses informasi melalui website I-MELT,” pungkas Arskal. (mf)

Share This