Gd. Kemahasiswaan, BERITA UIN OnlineTim Beasiswa UIN Jakarta melakukan visitasi kepada 20 dari 203 peserta Beasiswa Pendidikan Miskin dan Berprestasi (Bidik Misi) ke daerah Jabodetabek. Visitasi dilakukan selama empat hari, mulai dari Sabtu-Selasa (23-26/09).

Kegiatan ini bertujuan melihat langsung kondisi sebenarnya calon penerima Beasiswa Bidikmisi Angkatan 2017. Hal ini disampaikan Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (AAKK) Drs Zaenal Arifin MPdI kepada BERITA UIN Online saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/09).

Zaenal menegaskan pada tim yang diutus, agar dipastikan adanya kesesuaian antara data yang diberikan mahasiswa dengan kondisi sebenarnya.

“Kita harus mencocokan data yang ada dengan keadaan sebenarnya, mulai dari nama orang tua, penghasilan, pekerjaan, alamat rumah, kondisi rumah dengan meyertakan foto, dan data pendukung lain. Kepastian data tersebut penting untuk memastikan bahwa calon mahasiswa benar-benar layak untuk menerima Bidikmisi,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Kemahasiswaan, Ummu Baroat SAg MM menambahkan, apabila ternyata hasil visitasi ada yang tidak sesuai dengan data yang yang diterima, UIN Jakarta berhak membatalkan beasiswanya dan menggantikan dengan calon penerima yang layak.

“Prioritas kita adalah orangtua yang penghasilan ekonominya rendah, kalau UKT-nya 1 kita terima tentunya kita lihat keadaan sebenarnya, kalo ternyata di data UKT rendah tapi keadaan sebenarnya bekecukupan, punya mobil, motor, kami berhak membatalkan dan diganti dengan yang lebih membutuhkan”, tandas Uum.

Sekadar informasi, seleksi Beasiswa Bidikmisi yang dilakukan sejak bulan Mei lalu diikuti sebanyak 419 mahasiswa baru UIN Jakarta. Sedangkan kuota yang tersedia sebanyak 203 orang. Seleksi penerimaan peserta Bidikmisi ini akan diumumkan tanggal 29 September 2017, dengan mengunjungi laman http://kemahasiswaan.uinjkt.ac.id/. (lrf/fnh)

 

Share This