Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – UIN Jakarta menyampaikan sikap terhadap berbagai aksi terorisme yang terjadi di Tanah Air. Sikap tersebut disampaikan Rektor UIN Jakarta Dede Rosyada melalui siaran persnya yang diterima BERITA UIN Online, Selasa (15/5/2018).

Dalam menghadapi aksi terorisme seperti kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, serta rangkaian bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, yang terjadi belakangan ini, Rektor menyampaikan setidaknya tujuh sikap. Pertama, seluruh sivitas akademika UIN Jakarta ikut berduka cita dan simpati yang mendalam terhadap korban maupun keluarga korban, baik korban meninggal maupun luka-luka.

Kedua, mengutuk segala bentuk terorisme, baik berupa sikap maupun tindakan, yang merusak tatanan kebangsaan dan keindonesiaan. Ketiga, UIN Jakarta menegaskan bahwa terorisme, baik dalam sikap maupun tindakan, bukan bersumber dari agama mana pun yang telah mengajarkan penghormatan dan pemuliaan nilai-nilai kemanusiaan.

Keempat, mendukung pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap seluruh aksi terorisme, termasuk mengambil langkah sistematis, terstruktur, dan massif guna mencegah persebaran ideologi terorisme. Kelima, UIN Jakarta juga mendorong Kementerian Agama agar memperkuat fungsi dan peranan para penyuluh di berbagai daerah untuk memberikan penerangan tentang toleransi dan sikap keagamaan inklusif guna menekan radikalisme yang bermuara pada kristalisasi terorisme.

Keenam, UIN Jakarta juga mendorong Kementerian Agama agar memperkuat fungsi dan peranannya dalam menangkal sebaran ideologi radikal dan terorisme melalui penerapan kurikulum yang inklusif di lingkungan madrasah, perguruan tinggi keagamaan, dan lembaga-lembaga keagamaan di masyarakat.

Ketujuh, UIN Jakarta akan berkomitmen mengembangkan pendidikan yang inklusif dan toleran sesuai visi Islam rahmatan lil’alamin. (ns)