UIN Jakarta Kukuhkan Bahtiar Effendy sebagai Profesor Ilmu Politik

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Penulis: Elly Afriani

 

Auditorium Utama, UINJKT Online — UIN Jakarta memiliki professor baru di bidang ilmu politik. Sabtu, (27/6) Bahtiar Effendy dikukuhkan professor bidang tersebut dari Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF).

 

Dalam acara pengukuhannya sebagai professor, Bahtiar Effendy menyampaikan pidato berjudul, “The State of Our Democracy: Menata Ulang Gagasan dan Praktik Demokrasi di Indonesia”.

 

Pidato itu merupakan gagasan untuk memperbaiki kualitas demokrasi dan menyelamatkan reformasi Indonesia. Tiga hal yang ditawarkannya, yaitu penyederhanaan sistem partai. Bila tetap menggunakan sistem proporsional, maka dia mengusulkan electoral dan parliamentary threshold sebesar lima persen. Atau, bisa juga dengan mengintrodusir sistem distrik yang dapat menyeleksi partai politik.

Kedua, penguatan lembaga parlemen Indonesia. Dia menyoroti peranan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang tidak jelas, yang tidak mempunyai hak legislasi dan hak kontrol. Selain itu, peran Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pun menjadi tidak jelas karena Indonesia setengah menganut sistem dua kamar.

 

Terakhir berkaitan dengan hubungan pusat daerah dan otonomi daerah yang menurut Bahtiar telah menimbulkan implikasi lain pascareformasi, di mana setiap kepala daerah, baik di tingkat provinsi dan kabupaten, dipilih langsung. Hal ini berimplikasi pada relasi antara kepala daerah dan kepala negara.

 

Beberapa tokoh ikut hadir dalam acara itu antara lain Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Syafii Maarif, Akbar Tanjung, Yusuf Wanandi, Fuad Bawazier dan Ryaas Rasyid. []

UIN Jakarta Kukuhkan Bahtiar Effendy sebagai Profesor Ilmu Politik

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Penulis: Elly Afriani

 

Auditorium Utama, UINJKT Online — UIN Jakarta memiliki professor baru di bidang ilmu politik. Sabtu, (27/6) Bahtiar Effendy dikukuhkan professor bidang tersebut dari Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF).

 

Dalam acara pengukuhannya sebagai professor, Bahtiar Effendy menyampaikan pidato berjudul, “The State of Our Democracy: Menata Ulang Gagasan dan Praktik Demokrasi di Indonesia”.

 

Pidato itu merupakan gagasan untuk memperbaiki kualitas demokrasi dan menyelamatkan reformasi Indonesia. Tiga hal yang ditawarkannya, yaitu penyederhanaan sistem partai. Bila tetap menggunakan sistem proporsional, maka dia mengusulkan electoral dan parliamentary threshold sebesar lima persen. Atau, bisa juga dengan mengintrodusir sistem distrik yang dapat menyeleksi partai politik.

Kedua, penguatan lembaga parlemen Indonesia. Dia menyoroti peranan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang tidak jelas, yang tidak mempunyai hak legislasi dan hak kontrol. Selain itu, peran Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pun menjadi tidak jelas karena Indonesia setengah menganut sistem dua kamar.

 

Terakhir berkaitan dengan hubungan pusat daerah dan otonomi daerah yang menurut Bahtiar telah menimbulkan implikasi lain pascareformasi, di mana setiap kepala daerah, baik di tingkat provinsi dan kabupaten, dipilih langsung. Hal ini berimplikasi pada relasi antara kepala daerah dan kepala negara.

 

Beberapa tokoh ikut hadir dalam acara itu antara lain Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Syafii Maarif, Akbar Tanjung, Yusuf Wanandi, Fuad Bawazier dan Ryaas Rasyid. []