UIN Jakarta bertekad memosisikan diri sebagai universitas berbasis riset (research university) dari saat ini universitas berbasis pengajaran (teaching university). Penguatan aktivitas dosen meneliti dan mempublikasikan hasil-hasil riset dalam berbagai media internasional menjadi salah satu indikator yang akan dikejar.

UIN Jakarta bertekad memosisikan diri sebagai universitas berbasis riset (research university) dari saat ini universitas berbasis pengajaran (teaching university). Penguatan aktivitas dosen meneliti dan mempublikasikan hasil-hasil riset dalam berbagai media internasional menjadi salah satu indikator yang akan dikejar.

Auditorium Utama, BERITA UIN Online– UIN Jakarta bertekad memosisikan diri sebagai universitas berbasis riset (research university) dari saat ini universitas berbasis pengajaran (teaching university). Penguatan aktivitas dosen meneliti dan mempublikasikan hasil-hasil riset dalam berbagai media internasional menjadi salah satu indikator yang akan dikejar.

Demikian sambutan Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA yang dibacakan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Yusron Razak M.Si saat melantik wisudawan-wisudawati edisi Wisuda ke-99 UIN Jakarta, Ahad (21/02). “UIN Jakarta bertekad bertransformasi dari teaching university menjadi research university,” tandasnya.

Menurut rektor, pemosisian UIN Jakarta sebagai research university dalam rangka mengokohkan peran perguruan tinggi Islam Indonesia sebagai perguruan tinggi berkelas dunia. “Kita ingin bersanding, setara dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi kelas dunia lainnya,” lanjutnya.

Dalam meraih posisi demikian, sambungnya, UIN Jakarta akan berusaha menciptakan iklim riset akademik di lingkungan kampus. Selain memperbesar alokasi dana riset yang lebih besar dengan skema lokal-global, iklim diciptakan dengan jam mengajar yang memungkinkan dosen melakukan riset.

Sebagai catatan, UIN Jakarta tahun anggaran 2016 mulai mengalokasikan 30% dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk berbagai kegiatan riset. Sedang riset yang dikembangkan, tidak hanya riset regular melainkan riset bertaraf internasional seperti international research collaborative dan visiting professor. (sf)

Share This