Lembaga Penelitian dan  Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta bekerjasama dengan Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI secara resmi meluncurkan buku Permata dari Syurga: Potret Kehidupan Beragama di Indonesia, Rabu (01/06) bertempat di Auditorium Utama Harun Nasution.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta bekerjasama dengan Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI secara resmi meluncurkan buku Permata dari Syurga: Potret Kehidupan Beragama di Indonesia, Rabu (01/06) bertempat di Auditorium Utama Harun Nasution.

Auditorium Utama, BERITA UIN Online— Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta bekerjasama dengan Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI secara resmi meluncurkan buku Permata dari Syurga: Potret Kehidupan Beragama di Indonesia, Rabu (01/06) bertempat di Auditorium Utama Harun Nasution.

Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Rektor UIN Jakarta, Prof Dr Dede Rosyada MA dan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr H A.M Fachir dengan disaksikan oleh para wakil rektor, kepala biro, para dekan, dan civitas akademik UIN Jakarta.

Dalam sambutannya, rektor UIN Jakarta, Prof Dr Dede Rosyada MA mengapresiasi kepada tim penulis buku atas kerja keras, kerja cepat, dan akurat dengan karya yang luar biasa.

“Buku ini akan kita terjemahkan kedalam bahasa Inggris, sebab ini merupakan karya yang patut diketahui dunia tentang bagaimana Indonesia dapat mempersatukan sebuah negara dengan berbagai perbedaan suku, ras, dan agama namun tetap hidup dalam keharmonisan,” ujarnya.

Selanjutnya, rektor juga berharap kerjasama penulisan buku ini menjadi langkah awal UIN Jakarta dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk bisa bersinergi di kancah internasional. “Semoga kedepan kita bisa kembali bersinergi untuk mengenalkan wajah Indonesia yang damai, tentram, nyaman, dan jauh dari kekerasan,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr A.M Fachir mengatakan, masyarakat harus menyadari bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang besar dan telah diakui oleh negara-negara lain di dunia. Perbedaan yang ada di Indonesia tidak menjadi hambatan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan tanah air.

“Keharmonisan yang telah ditunjukan Indonesia sebagai unity diversity dapat mempengaruhi dan model bagi bangsa lain dalam mewujudkan perdamaian. Sehingga Indonesia tidak hanya bisa menerima pengaruh dari luar tetapi juga mampu memberikan pengaruh pada bangsa lain dalam mewujudkan perdamaian dalam kehidupan masyarakatnya,”paparnya. (Laporan Risa Dwi R)

Share This