UIN Jakarta-Kemenaker Jajaki Kerjasama

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
UIN Jakarta menjajaki kerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja RI. Audiensi dilakukan dalam rangka menyokong pendirian Pusat Karir UIN Jakarta. (14/11).

UIN Jakarta menjajaki kerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja RI. Audiensi dilakukan dalam rangka menyokong pendirian Pusat Karir UIN Jakarta. (14/11).

Jakarta, BERITA UIN Online— UIN Jakarta menjajaki kerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI. Penjajakan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program UIN Jakarta membekali mahasiswanya untuk membuka peluang kerja, maupun terjun ke dunia kerja setelah menyelesaikan perkuliahan. Selain itu, audiensi dilakukan dalam rangka menyokong pusat karir UIN Jakarta yang direncanakan akan di-launching pada, Rabu (22/11/2016).

Demikian diungkapkan Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA kepada BERTA UIN Online, Selasa (15/11), usai audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri S.Ag MSi, di ruang pertemuan Kementerian Ketenagakerjaan yang beralamat di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 51, Jakarta Selatan 12950.

Ditambahkan rektor, Kementerian Ketenagakerjaan nantinya akan memberikan vokasi dan pelatihan-pelatihan (softskill) kepada mahasiswa UIN Jakarta, hal ini sekaligus mendukung program Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang sedang digalakkan oleh UIN Jakarta.

“Saat ini, 40 persen alumni IAIN/UIN masih menemukan kegalauan dalam menemukan dan menentukan dunia kerja yang sesuai dengan keahliannya. Oleh karena itu, diharapkan dengan kerjasama yang dibangun ini, mampu memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi lulusan-lulusan PTAI se Indonesia,” jelas Guru Besar Metodologi Pendidikan UIN Jakarta tersebut.

Pada pertemuan yang sama, rektor juga sedikit memaparkan bahwa UIN Jakarta saat ini tengah concern meningkatkan produktivitas bidang penelitian, hal itu dibuktikan dengan ditingkatkannya anggaran penelitian menjadi 30 persen dari dana BOPTN. Hal ini dimaksudkan, agar cita-cita UIN Jakarta menjadi universitas riset segera terwujud.

Di tempat sama, Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri S.Ag MA yang didampingi oleh staf dan jajaran Kemnaker, mengapresiasi dan mendukung niat kerjasama UIN Jakarta. Ia juga berharap, kerjasama yang dibangun dapat segera terealisasi dan memberikan kontribusi positif bagi kedua lembaga.

“Kami (Kemnaker) mendorong dan memberikan dukungan 100% untuk perguruan tinggi agar memasukkan pendidikan vokasi ke dalam kurikulumnya. Hal ini dimaksudkan, agar para lulusannya nanti selain memiliki kompetensi tentang jurusan yang dipilihnya juga memiliki keterampilan lain yang menjadi bekal mereka agar cepat terserap di pasar kerja,”ujar Hanif.

Turut mendampingi rektor, Wakil Rektor Bidang Kerjasama antar Lembaga Prof Dr Murodi MA, Kepala Bagian Kerjasama dan Kelembagaan Drs Rasi’in MA, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Dr Imam Subchi MA, Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu Salamah Agung S.Si, Apt, MA PhD, serta beberapa staf lainnya. Selain itu, penandatanganan kerjasama dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 22 November 2016, bertepatan dengan launching Pusat Karir UIN Jakarta. (lrf/hmn)