UIN Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Universitas di Jerman

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Rektor JermanFrankfurt, German, BERITA UIN Online– Dalam rangka mengembangkan jaringan kerja sama internasional, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA mengunjungi dua universitas di Jerman, Universitas Techniche Universität Bergakademie Frieberg (TUBF) dan Universitas Osibayerische Technische Hochschule (OTH).

Di Universitas TUBF, Rektor UIN Jakarta didampingi Kepala Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) Rachmat Baihaky MA disambut Rektor TUBF Prof Dr Broder J Merkel pada Rabu (2/12) di gedung rektorat TUBF.

Dalam pertemuan tersebut Merkel menjelaskan TUBF adalah kampus pertambangan tertua di Jerman yang memiliki laboratorium metallurgisdan menghasilkan produk-produk metal untuk dipasarkan. “Setiap dua mahasiswa dibimbing satu pekerja dalam laboratorium semi pabrik tersebut,” terang Merkel.

Pada kesempatan yang sama,Dede menyampaikan profil UIN Jakarta yang memiliki Fakultas Ekonomi dan Bisnis(FEB) dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST). “Untuk langkah awal, kami ingin di 2018nanti mahasiswa kami dapat mengikuti Sandwich Program di universitas ini,” ujar Dede.

Selain Sandwich Program, Dede juga menawarkan Double Degree dan Staff Exchange antara dua universitas tersebut.

Sebagai apresiasi dari kunjungan tersebut, Merkel berjanji akan mengirimkan dosen Bidang Ekonomi Pertambangan Prof Dr Jan Bongaerds sebagai dosen tamu di FEB UIN Jakarta pada 2016 mendatang.

Sementara di Universitas OTH, Rektor UIN Jakarta diterima Vice President OTH pada Kamis (3/12) di Meeting Room OTH. Sebagaimana di TUBF, Dede juga menyampaikan rencana kerja sama yang diawali Sandwich Program.

“Awal tahun 2016 persiapan kelas khusus di FEB dan FST untuk Sandwich Programakan dimulai. Untuk pengiriman mahasiswa ke setiap universitas di Jerman dimulai di tahun 2018,” ujar Dede.

Agar proses kuliah dapat berjalan dengan baik, menurut Vice President OTH diperlukan penguatan skill bahasa Jerman bagi mahasiswa UIN Jakarta. “Semoga 2016 sudah mulai ada persiapannya,” ujarnya.

Usai berkunjung ke dua universitas tersebut, Dede berharap fakultas-fakultas lain di UIN Jakarta bisa mempersiapkan mahasiswanya untuk kuliah di bidang disiplin ilmunya masing-masing. Dalam kurun waktu 2 tahun diharapkan mahasiswa UIN Jakarta sudah bisa tersebar di beberapa negara dengan kualitas universitas terbaik dunia di bidangnya. (mf)