Raden SarwotoGedung Rektorat, BERITA UIN Online– Dalam rangka menyosialisasikan program U-Learning di universitas-universitas Jakarta, perusahaan Korea North Star Developer Villages(NS Devil) menjadikan UIN Jakarta sebagai proyek percontohan program U-Learning di Jakarta.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Chief Executive Officer (CEO) NS Devil Mr Eonjoo Lee saat menghibahkan 40 unit tablet untuk UIN Jakarta di Ruang Sidang Utama lantai 2 Gedung Rektorat pada Kamis, (9/6/16).

“Program ini baru kita aplikasikan di wilayah Jawa Barat, belum masuk ke Jakarta, maka kami ingin UIN Jakarta menjadi proyek percontohan untuk perguruan tinggi umum dan agama di wilayah Jakarta,” ujar Eonjoo.

Mengenai Ubiquitous Learning atau U-Learning ini, Eonjoo menjelaskan sebenarnya hampir serupa dengan E-Learning yang selama ini sudah banyak dikenal.

E-learning ini, lanjutnya, diterapkan menggunakan jalur internet dan menggunakan peralatan komputer (baik desktop maupun laptop). Sementara penerapan U-Learning memungkinkan pengguna mengakses dengan berbagai device seperti Tab, I-pad, smartphone, bahkan Xbox sekalipun.

Dijelaskannya, manfaat U-learning bisa digunakan dalam UBT (Ubiquitous-Based Test). UBT merupakan metode pengujian yang bisa meningkatkan cara uji biasa. Ini memberi kemajuan tes, manajemen catatan, dan menginformasikan hasilnya, dengan menggunakan perangkat yang dibawa- bawa seperti iphone, ipad, dan perangkat pintar canggih lainya. Memungkinkan tes dilakukan dimana saja. UBT juga menawarkan pengurangan biaya tes, kemudahan scoring dan manajemen tes.

Selain itu, U-Learning juga bisa dimanfaatkan untuk uLMS (u-Learning Management Systems). Platform U-learning untuk uLMS membuat lingkungan belajar yang efektif, dan biaya ekonomis untuk kelas maupun untuk situs pendidikan.

uLMS pada kelas memungkinkan mahasiswa kembali mengakses mata kuliah yang diajarkan (baik materi presentasi maupun video pengajaran) di area yang sudah dialokasikan. Pada situs pendidikan, uLMS bisa membantu dosen untuk memberikan materi dan mengatur agar materi tersebut hanya bisa diakses pada jam mata kuliah yang bersangkutan.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada NS Devil yang turut mengembangkan strategi pembelajaran di dunia pendidikan.

“Program ini sangat efektif untuk modern kampus yang berbasis paperless. Karena paper membutuhkan perpustakaan besar,” ujar Dede.

Program ini menurut Dede akan diapresiasi dunia dengan teknologi yang disupport Korea karena pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Namun demikian, penerapan program ini perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu.

“Kita lihat perkembangannya di Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Jika efektif, kita akan terapkan di fakultas-fakultas yang lain,” imbuh Dede.

Diketahui, Sistem pendidikan berbasis UBT U-Learning dengan aplikasi Android ini pertama kali dikenalkan negara Korea dan sudah mulai merambah Malaysia, Afrika Selatan, Rusia, Jepang, Vietnam, Filipina, Neval, Amerika, dan Indonesia.

Turut hadir dalam penyerahan hibah tersebut Warek IV Bidang Kerjasama Prof Dr Murodi MA, Dekan FST Dr Agus Salim MA, Kepala Pusbangsitek Drs Raden Sarwoto, dan sejumlah pejabat lainnya. (mf)

Share This