UIN Jakarta Gelar Silaturahim Antargenerasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof Dr Harun Nasuition, BERITA UIN Online–Bertempat di plataran Auditorium Prof Dr Harun Nasuition, Ahad (30/9), UIN Jakarta menyelenggarakan  silaturahim alumni antargenerasi, yakni dari  alumni Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA), IAIN, dan UIN Jakarta.

“Ini merupakan silaturrahmi antargenerasi. Kita satukan antara generasi, karena kampus kita banyak mengalami perkembangan,”ujar Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat.

Menurutnya, para alumni perlu mengetahui perkembangan UIN Jakarta, karena UIN Jakarta membutuhkan dukungan para alumni. “Alumni adalah aset penting, karena untuk menjadi perguruan kelas internasional, keberadaan dan peranan alumninya itu diperhitungkan,”paparnya.

Diakuinya, alumni UIN Jakarta telah melakukan banyak kiprah dan dedikasi di masyarakat. Namun, kekuatan mereka perlu diwadahi secara organisasinatoris, agar mereka  tetap memikirkan almamaternya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IKALUIN Drs Ahmad Zaky Siradj mengatakan, sebagai alumni perguruan tinggi Islam, alumni UIN Jakarta dapat berkontribusi pada pengembangan dunia pendidikan dan dakwah.

“Kita mesti mengembangkan UIN Jakarta menjadi perguruan tinggi yang dapat memberikan banyak sumbangan kepada bangsa,”tegasnya.

Ia menambahkan, peranan para alumni UIN Jakarta tidak saja dibutuhkan bagi masyarakat, tetapi almamater juga perlu mendapatkan konstrsibusi dan perhatian dari para alumninya.”Di sinilah arti kita bersilatrurahmi dan berkumpul bersama untuk membangun bersama,”imbuhnya.

Selain dimeriahkan lagu-lagu ruhani, acara ini ini juga diisi dengan dialog antar para almumni. Mereka yang menjadi narasumber adalah Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc (alumni Fakultas Syariah, yang juga Ketua BAZNAS, Direktur Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor, dan Guru Besar IPB), Dra Nurma Nugraha MA (alumni Fakultas Ushuluddin, yang juga Ketua Badan Kontak Majelis Taklim/BKMT dan Pengurus MUI Pusat)  dan Ustad Yusuf Mansur (alumni Fakultas Syariah dan Hukum, yang juga pendiri Pesatren Darul Quran). (d antariksa/Saifudin)