UIN Jakarta Gelar Diklat Di Tempat Kerja

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

DDTKGedung Pustiknas, BERITA UIN Online– UIN Jakarta bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemenag RI menggelar Diklat Di Tempat Kerja (DDTK) untuk tenaga administrasi UIN Jakarta selama lima hari, Senin-Jumat, (14-18/9/2015).

Diklat yang bertempat di gedung Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Pustiknas) tersebut dibuka Kepala Pusat Diklat Kemenag Drs H Sairozi MM.

Sairozi dalam sambutannya menjelaskan diklat bisa terlaksana karena adanya penghematan anggaran perjalanan dinas tahun 2015, sehingga anggaran perjalanan dinas masih banyak yang belum terpakai.

“Anggaran perjalanan dinas yang tidak habis ini tidak bisa digunakan untuk perjalanan dinas lagi. Agar anggaran dapat terserap dengan output yang jelas, maka kita alihkan untuk pengembangan potensi pegawai dengan kegiatan DDTK ini,” ujar Sairozi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Kepegawaian selaku Ketua Pelaksana Koswara Sag MSi mengatakan Kemenag berusaha untuk meningkatkan Tunjangan Kinerja (Tukin) PNS sampai 70%. Bagi tenaga administrasi, hal tersebut dapat terlaksana dengan syarat harus ada Jabatan Fungsional Umum (JFU) yang mengindikasikan keahlian khusus sebagai dasar penilaian.

“Nanti istilah pengadministrasi tidak ada lagi, diganti dengan JFU sesuai bidang keahlian masing-masing. Diklat ini membantu tenaga administrasi memiliki JFU sebagai dasar penilaian,” ujar Koswara.

Diketahui, untuk tahap pertama ini ada 150 pengadministrasi yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut dengan rincian 60 peserta untuk kelas teknis penyusunan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan ABK (Analisis Beban Kinerja), 30 peserta kelas teknis pengelolaan BMN (Barang Milik Negara), dan 60 peserta untuk kelas pranata komputer.

“Setiap unit kerja, baik fakultas, rektorat, lembaga-lembaga, pusat-pusat, dan UPT kita minta untuk mengirimkan perwakilannya satu orang. Ini baru tahap pertama dari enam tahap yang akan dilaksanakan,” pungkas Koswara.