UIN Jakarta Fasilitasi Penulisan 60 Buku Ajar

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online UIN Jakarta memfasilitasi bantuan penulisan 60 buku ajar bagi dosen tahun anggaran 2013. Sebanyak 30 judul buku ajar yang memenuhi syarat akan dicetak dan diterbitkan oleh UIN Jakarta Press. Permohonan bantuan penulisan bisa diajukan para dosen ke UIN Jakarta Press hingga 26 April 2013 mendatang.

Direktur UIN Press Idris Thaha MSi menuturkan, program bantuan penulisan buku ajar merupakan salah satu komitmen UIN Jakarta dalam mendorong para dosen melakukan penulisan ilmiah selain program penelitian yang disponsori oleh Lembaga Penelitian (Lemlit) UIN Jakarta.

“Kegiatan ini untuk memberikan ruang bagi kalangan dosen dalam menuangkan gagasan secara kreatif melalui penerbitan buku-buku ajar,” kata Idris di Gedung Rektorat Lt. 3, Rabu (10/4/13).

Menurutnya, program bantuan penulisan buku ajar terbagi pada dua kategori penyusunan buku ajar, yakni penulisan buku ajar secara individu dan penulisan secara berkelompok.

Volume masing-masing sebanyak 40 dan 20 judul. Sementara besaran fasilitas bantuan pembiayaan masing-masing senilai Rp 10 juta untuk penulisan individu dan Rp 15 juta untuk penulisan secara berkelompok.

Dari 60 judul buku ajar yang disusun, sambungnya, 30 buku di antaranya akan diterbitkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui UIN Jakarta Press. UIN Jakarta sendiri, jelasnya, telah mempersiapkan Tim Ahli berdasarkan spesialisasi bidang keilmuan masing-masing proposal yang diajukan.

“Bila berdasar seleksi Tim Ahli yang ditunjuk, buku tersebut memenuhi syarat, akan langsung kita terbitkan dengan bantuan biaya tersendiri (di luar bantuan penulisan),” papar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu.

Idris menambahkan, penulisan buku ajar bisa diikuti seluruh dosen tetap PNS dan non-PNS dari seluruh bidang keilmuan. Syaratnya, buku ajar yang ditulis harus relevan dengan mata kuliah yang diajar dosen bersangkutan. Selain itu, buku tersebut belum pernah diterbitkan dan dibiayai sumber lain. “Tulisan harus orisinil, terhindar dari plagiarisme,” tegasnya. (Zaenal Muttaqin)