UIN Jakarta Bangun Gedung Purek

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Irma Wahyuni

Ruang Sidang Utama, UINJKT Online - UIN Jakarta berencana akan membangun gedung pembantu rektor (purek). Pembangunan gedung dilakukan guna lebih mengefektifkan tugas-tugas purek sesuai bidangnya masing-masing.


Dalam pertemuan dengan sejumlah calon konsultan di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat, Kamis (14/5), Kepala Bagian Rumah Tangga yang juga Ketua Panitia Seleksi Pelelangan Masruri SAg mengatakan, gedung purek akan di belakang Auditorium Utama. Lokasi ini dinilai strategis karena berdekatan dengan Gedung Student Center atau Pusat Kegiatan Mahasiswa.

“Pembangunan gedung purek yang baru sudah direncanakan jauh sebelumnya, karena kantor lama dianggap tak memadai sebagai untuk pelayanan mahasiswa,” katanya.

Anggaran pembangunan gedung purek akan menghabiskan dana sekitar Rp 2 miliar. Dana tersebut diperoleh dari DIPA tahun 2009. Sementara untuk pelaksanaan pembangunannya pihak rektorat mengundang sejumlah konsultan ahli melalui panitia pelelangan barang dan jasa.

Menurut Masruri, saat ini tercatat sedikitnya ada enam perusahaan sebagai calon konsultan ahli yang diundang. Mereka adalah PT Catur Eka Cipta, PT Citra Tama Arsindo, PT Rekagraha, PT Huda Tata Sarana, PT Kharisma Krida dan PT Fajar Nusa Consultants.

“Diperkirakan pembangunan dapat selesai pada Agustus mendatang,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

UIN Jakarta Bangun Gedung Purek

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Irma Wahyuni

Ruang Sidang Utama, UINJKT Online - UIN Jakarta berencana akan membangun gedung pembantu rektor (purek). Pembangunan gedung dilakukan guna lebih mengefektifkan tugas-tugas purek sesuai bidangnya masing-masing.


Dalam pertemuan dengan sejumlah calon konsultan di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat, Kamis (14/5), Kepala Bagian Rumah Tangga yang juga Ketua Panitia Seleksi Pelelangan Masruri SAg mengatakan, gedung purek akan di belakang Auditorium Utama. Lokasi ini dinilai strategis karena berdekatan dengan Gedung Student Center atau Pusat Kegiatan Mahasiswa.

“Pembangunan gedung purek yang baru sudah direncanakan jauh sebelumnya, karena kantor lama dianggap tak memadai sebagai untuk pelayanan mahasiswa,” katanya.

Anggaran pembangunan gedung purek akan menghabiskan dana sekitar Rp 2 miliar. Dana tersebut diperoleh dari DIPA tahun 2009. Sementara untuk pelaksanaan pembangunannya pihak rektorat mengundang sejumlah konsultan ahli melalui panitia pelelangan barang dan jasa.

Menurut Masruri, saat ini tercatat sedikitnya ada enam perusahaan sebagai calon konsultan ahli yang diundang. Mereka adalah PT Catur Eka Cipta, PT Citra Tama Arsindo, PT Rekagraha, PT Huda Tata Sarana, PT Kharisma Krida dan PT Fajar Nusa Consultants.

“Diperkirakan pembangunan dapat selesai pada Agustus mendatang,” ujarnya.