Sejumlah mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta tengah melakukan aktivitas keagamaan di tempat kuliah mereka. Sehari-hari mereka belajar dengan menggunakan bahasa Arab. (Foto: Istimewa)

Sejumlah mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta tengah melakukan aktivitas keagamaan di tempat kuliah mereka. Sehari-hari mereka belajar dengan menggunakan bahasa Arab. (Foto: Istimewa)

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – UIN Jakarta pada tahun akademik 2017/2018 direncanakan akan membuka program kelas internasional reguler untuk program Sarjana Strata (S1). Kelas internasional dibuka khusus untuk empat program studi yang sudah terakreditasi ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA).

Demikian dikatakan Kepala Pusat Layanan Kerja Sama Internasional (PLKI) Rachmat Baihaky MA kepada BERITA UIN Online di gedung Rektorat, Selasa (27/12/2016). “Program kelas internasional ini sasarannya calon mahasiswa baru domestik dan asing,” ujarnya.

Menurut Rachmat, pembukaan kelas internasional dilakukan seiring dengan usaha peningkatan kualitas pendidikan dan pencapaian world class university (WCU) serta terbukanya pasar kerja di tingkat ASEAN. Program yang akan dibuka adalah Program Studi Dirasat Islamiyah di Fakultas Dirasat Islamiyah, Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam di Fakultas Adab dan Humaniora, dan Program Studi Pendidikan Agama Islam di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

“Keempat program studi tersebut sudah memperoleh sertifikat AUN-QA beberapa waktu lalu. Jadi, wajar jika kemudian harus dibuka kelas internasional,” katanya.

Pembukaan dan penerimaan calon mahasiswa baru kelas internasional akan dilakukan bersamaan dengan dimulainya kelas reguler tahun depan. Sistem dan mekanisme penerimaannya pun tak jauh berbeda, termasuk struktur kurikulum maupun masa studinya.

Namun, berbeda dengan kelas regular biasa, pembelajaran kelas internasional sepenuhnya menggunakan pengantar dan sumber ajar bahasa Inggris.

Calon peserta berasal dari lulusan SLTA (SMA/SMK/MA) atau sederajat yang dibuktikan dengan ijazah asli, baik lulusan dalam negeri maupun luar negeri. Calon peserta juga harus lulus seleksi berupa ujian tulis dan wawancara serta beberapa syarat lain yang diperlukan, seperti lulus tes TOEFL dengan skor 500 dan surat keterangan sehat dari dokter. Sedangkan bagi yang memilih Program Studi Dirasat Islamiyah, calon peserta harus memiliki sertifikat kemampuan berbahasa Arab.

Bagi calon peserta asing, menurut Rachmat, di antaranya harus menyertakan visa pendidikan yang dikeluarkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara asal peserta serta memiliki pengalaman internasional.

“Khusus bagi peserta asing akan kita berikan beasiswa pendidikan,meliputi biaya kuliah (SPP) dan biaya akomodasi selama kuliah,” jelasnya. Selain itu, lanjut dia, peserta asing juga akan mendapatkan kursus bahasa Indonesia secara gratis. (ns)

Share This