UIN Diharapkan Lahirkan Musik Multietnis

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Nur Hayati

Student Center-BERITA UIN online- UIN  Jakarta diharapkan mampu melahirkan musik multietnis. Hal itu penting dan perlu, karena musik multietnis dapat mempersatukan pelbagai ras, suku, agama, dan budaya bangsa.

“Semoga workshop ini kita bisa menemukan rumusan-rumusan konkret dalam bermusik dan bisa menelorkan pemusik-pemusik yang handal,” ujar Kepala Biro Akademik dan Kemahaiswaan (AAK) Dr Sumuran Harahap, MAg, MM,  MH, MSi dalam sambutannya pada acara Workshop Musik di Aula Student Center UIN Jakarta, Kamis, (24/3).

Dalam kesempatan itu, digelar pertunjukkan musik asal Kanada. Personil band yang terdiri atas enam orang memainkan alat-alat musik yang berbeda-beda. Ada biola, gitar dengan bunyi khas Arabi dan gendang yang biasa dipakai di film India. Dari perpaduan pelbagai alat musik itu, terdapat keunikan dan langgam musik baru.

Hal yang unik juga dari penampilan mereka adalah ada satu personil yang menyanyikan lagu dengan hanya na..na…na..na..na…na dan personil yang lain menjawab dengan sangat kompak sekali, sehingga penampilan mereka sangat mengagumkan.

Setelah menyaksikan pagelaran musik ala Kanada itu, Sumuran mengaku terkesima dan terpesona. Alasannya, musik yang dilahirkan Kanada merupakan perpaduan seni musik dari pelbagai negara.  “Ternyata musik-musik Kanada adalah hasil campuran dari pelbagai negara Asia, seperti Iran dan India. Mereka datang ke Kanada dan mewarnai musik-musik yang ada di Kanada,” sambungnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan pertama kali yang dilakukan oleh UIN Jakarta bekerja sama dengan  Kedutaan Kanada.