UIN Ambil Sumpah 13 Dokter Baru

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
foto bersama

Foto bersama pimpinan dan dokter baru FKIK UIN Jakarta usai pengambilan sumpah profesi dokter ke-15, Rabu (19/08).

FKIK, BERITA UIN Online— Prodi Pendidikan Dokter FKIK UIN Jakarta mengambil sumpah 13 dokter (dr) angkatan 15 di Auditorium FKIK, Rabu (19/08). Pengambilan sumpah ke-13 dokter yang terdiri dari delapan dokter perempuan dan lima dokter laki-laki ini dilakukan setelah sebelumnya mereka menyelesaikan seluruh proses pembelajaran dan dinyatakan lulus ujian Uji Kompetensi Mahasiswa Profesi Pendidikan Dokter (UKMPPD).

Pengambilan sumpah dihadiri Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof Dr Murodi MA, Dekan FKIK Dr Arif Sumantri SKM MKM, Ketua Prodi Pendidikan Dokter, Direktur RSUP Fatmawati, dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Murodi, mewakili rektor, dalam sambutannya berpesan kepada peserta dokter baru untuk menjalani profesi kedokteran dengan mencontoh para dokter ilmuwan muslim terdahulu. Ibnu Sina, contohnya, selain seorang dokter, ia juga seorang ulama dengan kedalaman wawasan dan ketaatan pelaksanaan ajaran Islam.

Dengan latar belakangnya sebagai dokter yang ulama, Ibnu Sina mencurahkan hidupnya dalam penelitian medis bagi kepentingan umat manusia dengan menjunjung tinggi etika dan semangat dokter Muslim.

“Karena itu, ia berhasil menjadi dokter Muslim yang berpengaruh. Dengan karyanya yang fenomenal, Qanun fi Thib (Canon of Medicine), kepakarannya telah menerangi peradaban Islam maupun Barat,” papar Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam ini.
“Terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan anaknya untuk di didik di lingkungan UIN Jakarta. Selamat juga kepada peserta sumpah dokter yang dengan susah payah telah menempuh pendidikan dokter di FKIK UIN Jakarta dan saya berpesan jangan pernah berhenti dalam gelar akademik, terus lah kejar cita-cita agar mendapat gelar yang lebih besar lagi sampai professor” harapnya.

Pesan yang hampir sama disampaikan Dekan FKIK. Ia meminta para dokter baru untuk terus belajar guna meningkatkan profesionalitas dan keahlian. Terlebih, tantangan dunia kesehatan dan medis di tahun-tahun mendatang makin kompleks seiring permintaan layanan pasien.

“Semoga anda semua bisa mengabdikan diri dengan profesional, menjunjung etika yang baik sebagai seorang dokter muslim dalam melayani kebutuhan medik umat,” harap dekan.

Diketahui, Pendidikan Dokter di FKIK UIN Jakarta ditempuh selama 5,5 tahun. Rinciannya, gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked) ditempuh 3,5 tahun dan 2 tahun Koas (dokter muda) di rumah sakit jejaring.

Selanjutnya, para mahasiswa kedokteran ini harus menempuh ujian Computer Based Test (CBT) dan Uji Kompetensi Mahasiswa Profesi Pendidikan Dokter (UKMPPD) guna mendapatkan sertifikat profesi dan kompetensi oleh organisasi profesi dokter. Ujian keduanya dilaksanakan empat kali dalam setahun, yakni Februari, Mei, Agustus dan November. (Masduki Nursaid)