Turkish-Indonesian Cultural and Friendship Day: Memadukan Dua Budaya Negara Muslim

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof Harun Nasution, BERITA UIN Online—-Sebagai negara bekas khilafah Islam ternama, Turki tidak saja dikenal sebagai negara yang kaya monumen-monumen bersejarah dan  artistik, tapi juga dikenal sebagai tempat penyimpanan berbagai benda dan artefak arkeologis Islam dari masa Nabi Muhammad sampai pada masa Khilafah Utsmaniyah.

Di negara yang terletak di antara perbatasan Benua Asia dan Eropa itu, selain lembaran-lembaran Alquran dalam pelepah kulit onta, terdapat pula cincin Nabi Muhammad SAW, pedang sahabat Khalid bin Walid, kain tenun dan batik khas Turki, serta sejumlah benda-benda bersejarah lain.

Untuk memperkenalkan hal itu kepada masyarakat Indonesia, Fethullah Gulen Chair UIN Jakarta memamerkan benda-benda tersebut  di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Rabu (17/4/2013), dalam acara budaya bertajuk “Turkish-Indonesia Cultural and Friendship Day”.

Menurut Hilmi Aydin (2005) dalam bukunya berjudul “The Sacred Trusts“, berbagai benda bersejarah itu kini berada di Istana Topkapi (Topkapi Palace), atau dalam bahasa Turkinya Topkapi Sarayi Istanbul.

Pada acara ini dipamerkan pula berabagai buku dan karya tokoh reformis kontemporer Turki M Fehullah Gulen, antara lain Al-Qadar, Muhammad: The Messenger of God, Hizmet, dan lain-lainnya.

Warisan budaya Islam ini menarik bagi mahasiswa UIN Jakarta. Selain jarang dipublikasi secara umum, benda-benda tersebut juga nyaris sulit ditemukan di tempat lain.” Saya jadi tahu bukti-bukti sejarah Islam,” ujar Salafuddin, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH).

Direktur Fethullah Gulen Chair,  Dr Ali Unsal,  mengatakan, acara ini bertujuan mempererat kerjasama antara negara Indonesia dan Turki dalam segala bidang. Selain itu, acara ini juga memberikan pemahaman tentang keislaman, sebab masih banyak orang Islam yang belum tahu tentang keislamannya sendiri.

Acara yang dihadiri ribuan mahaiswa dan tamu undangan ini, dimeriahkan oleh pagelaran seni budaya Indonesia dan Turki. (D Antariksa/Saifudin)