Turki Pertemukan Kebudayaan Islam dan Barat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof Harun Nasution, BERITA UIN Online- Bagi pelajar Indonesia, Turki merupakan negara sahabat yang tidak asing lagi. Alasannya, kebudayaan dan sejarah Turki sudah dipelajari sejak sekolah menengah. Selain itu, Turki merupakan negara yang luas, kaya kebudayaan dan peradaban, baik kebudayaan Islam maupun  Barat. Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita harus bangga mempunyai kebudayaan yang sangat kental dengan Islam.

Hal itu disampaikan Pembantu Rektor Bidang Akademik  Prof Dr Moh Matsna pada acara Turkish Cultural Day yang diselenggarakan Fethullah Gulen Chair bekerjasama dengan UIN Jakarta di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Selasa (22/3).

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim dan Direktur Fethulalh Gulen Chair Dr Ali Unsal turut hadir dalam acara ini.

Matsna menjelaskan, kehadiran Fethullah Gulen Chair di UIN Jakarta sangat penting sekali. Lembaga ini tidak hanya memperkenalkan kebudayaan Islam di Turki, tetapi juga memberikan pelayanaan di berbagai bidang, antara lain,  pendidikan, sosial, dan kajian sejarah Islam.

“Saya bangga dengan acara-acara semacam ini. Selain memperkenalkan kebudayaan Islam di Turki, acara ini juga memberikan wawasan yang tidak pernah didapat di bangku kuliah, “ujarnya.

Sementara Ali Unsal mengatakan, acara ini bertujuan mempererat kerjasama antara negara Indonesia dan Turki dalam segala bidang. Selain itu, acara ini juga memberikan pemahaman tentang keislaman, sebab masih banyak orang Islam yang belum tahu tentang keislamannya sendiri.

Acara ini dimeriahkan dengan penampilan tari Turki, film tentang Turki dan Palestina, pameran hasil karya, serta dialog interaktif  mengenai Islam di Turki. (Sdina)