Tubagus Wahyudi: Pahami Ilmu Berbicara

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Auditorium Utama, UIN Online – Praktisi Public Speaking Tubagus Wahyudi ST MCHt mengatakan, memiliki kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan oleh siapa pun, baik dalam seminar maupun pekerjaan lainnya seperti dosen. Karena itu, ilmu berbicara yang baik harus dimiliki dan dipelajari.

Hal itu disampaikan Tubagus dalam workshop Public Speaking yang diadakan Darma Wanita Persatuan (DWP) di Auditorium Utama, Selasa (13/1).

Turut hadir dalam kesempatan itu seperti Ketua DWP Ait Komaruddin Hidayat, Prof Dr Salman Harun, serta para pengurus DWP lainnya.

Tubagus menjelaskan, pembicara yang baik sering diperhatikan karena memiliki popularitas, otoritas, kharismatik, visual point, auditory point, kinestetic point, dan multi point.  “Semua itu, juga bergantung pada bagaimana kita mengatur strategi dalam berbicara,” jelasnya yang juga pengajar Public Speaking di Kahfi.

Ia menyebutkan, untuk menjadi pembicara sukses harus melalui tiga langkah. Pertama, self building, yaitu memiliki kepribadian, penampilan, vokal  prima, kesehatan tubuh-otak, dan wawasan. Kedua, skill inductions, memahami ilmu komunikasi. Dan ketiga, memahami karakteristik manusia.

“Yang terpenting maksimalkan pemahaman ilmu berbicara. Lakukan praktek terus-menerus, timbulkan sebab kita untuk berbicara kapanpun dan di mana pun,” tutur Tubagus. []

Tubagus Wahyudi: Pahami Ilmu Berbicara

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Auditorium Utama, UIN Online – Praktisi Public Speaking Tubagus Wahyudi ST MCHt mengatakan, memiliki kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan oleh siapa pun, baik dalam seminar maupun pekerjaan lainnya seperti dosen. Karena itu, ilmu berbicara yang baik harus dimiliki dan dipelajari.

Hal itu disampaikan Tubagus dalam workshop Public Speaking yang diadakan Darma Wanita Persatuan (DWP) di Auditorium Utama, Selasa (13/1).

Turut hadir dalam kesempatan itu seperti Ketua DWP Ait Komaruddin Hidayat, Prof Dr Salman Harun, serta para pengurus DWP lainnya.

Tubagus menjelaskan, pembicara yang baik sering diperhatikan karena memiliki popularitas, otoritas, kharismatik, visual point, auditory point, kinestetic point, dan multi point.  “Semua itu, juga bergantung pada bagaimana kita mengatur strategi dalam berbicara,” jelasnya yang juga pengajar Public Speaking di Kahfi.

Ia menyebutkan, untuk menjadi pembicara sukses harus melalui tiga langkah. Pertama, self building, yaitu memiliki kepribadian, penampilan, vokal  prima, kesehatan tubuh-otak, dan wawasan. Kedua, skill inductions, memahami ilmu komunikasi. Dan ketiga, memahami karakteristik manusia.

“Yang terpenting maksimalkan pemahaman ilmu berbicara. Lakukan praktek terus-menerus, timbulkan sebab kita untuk berbicara kapanpun dan di mana pun,” tutur Tubagus. []