Tren Industri Kreatif Digital Dorong Lahirnya Digitalpreneur

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Abdullah Suntani

Ruang Teater FST, UIN Online Kini tren industri kreatif digital kian menjamur. Tren tersebut mendorong lahirnya para digitalpreneur baru untuk menuangkan ide kreatifnya. Berbagai aplikasi game atau pun layanan online marketing berhasil mereka ciptakan. Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari kian mudahnya akses internet.

Demikian disampaikan  Pemenang Indigo Fellowship 2009, Tomas Rizal Trika, dalam acara Digitalpreneur for National Character Building diselengkarakan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMSI)  Fakultas Sains dan Teknologi (FST) bekerja sama dengan Telkom Indonesia, Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), di Ruang Teater FST, Kamis (30/9).

“Kini akses internet semakin mudah. Kita harus melihat potensi itu untuk menciptakan ide dengan kemasan yang kreatif dan menarik, sehingga produk yang dihasilkan bermanfaat untuk mass market (semua),” ujarnya.

Berbicara produk, lanjutnya, lebih sulit karena perlu melakukan riset, analisis dan uji pasar. Karena itu, perlu strategi yang matang agar hasil ide (produk) tersebut diterima masyarakat luas. “Untuk membuat software (ide) itu tidak usah terlalu teknikal, sederhana saja, yang penting kita tahu manfaat dan kebutuhan pasar,” tegas pria yang memenagkan lomba dengan produk SEMAR (Sistem Management Retail) yang sangat berguna dalam membantu transaksi bisnis retail itu.

Hal senada juga diungkapkan Baskoro, Ketua Panitia Indigo 2010. Ia menilai tren industri digital patut dijadikan ajang menumbuhkan kreatifitas, dan harus siap bersaing terlebih peluang untuk itu terbuka bebas. “Tumbuhkan kreatifitas agar produk kita dapat disalurkan dan dimanfaatkan masyarakat luas,” pintanya.

Indigo Fellowship merupakan program dari Telkom Group yang dimulai sejak tahun 2009. Ini merupakan apresiasi kepada individu atau kelompok yang memiliki potensi-potensi baru yang dianggap berhasil dalam membuat karya kreatif digital dan memberi manfaat kepada masyarakat. Para juri dipilih dari berbagai kalangan, baik dari akademisi, pelaku dan pebisnis industri kreatif, serta tokoh-tokoh lain yang memiliki peran besar dalam pengembangan industri kreatif nasional.

Tahun ini, ajang bergengsi itu akan kembali digelar pada 6 Oktober 2010. Anda yang berminat mengikuti Indigo Fellowship 2010 dapat melihat informasi lengkapnya di www.fellowship.plasaindigo.com. []