Tim UIN Jakarta Raih Juara Pertama Debat Bahasa Arab

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Muhammad Nurdin

Rektorat, BERITA UIN OnlineSetelah menyabet juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional XII di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar. Kini UIN Jakarta kembali meraih juara satu Debat Bahasa Arab ASEAN ke-V, di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) Negeri Sembilan Malaysia.

“Kita harus bangga kepada mahasiswa yang ikut dan turut mengharumkan nama UIN Jakarta ke tingkat internasional, “kata Rektor saat menerima Piala Bergilir dari tim debat UIN Jakarta di ruang Rektor, Kamis (17/11).

Turut hadir Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof Dr Moh Matsna, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar, Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah Prof Dr Abuddin Nata, dan sejumlah dosen.

Rektor menambahkan, UIN Jakarta harus mempunyai ambisi untuk mengembangkan bahasa baik Arab maupun Inggris baik di tingkat nasional maupun internasional. Untuk mengembangkan itu tempatnya di fakultas Dirasat Islamiyah.

Ia melanjutkan, Dirasat Islamiyah merupakan mukhul al-Jami’ah.  Tanpa fakultas ini, mungkin identitas keislaman UIN Jakarta akan hilang, walaupun masih ada fakultas-fakultas keagamaan di sini.

Menurut Rektor, UIN Jakarta harus bekerjasama dengan berbagai instansi, khususnya untuk menyalurkan bakat-bakat mahasiswa yang berprestasi baik menjadi diploma maupun duta besar. “Makanya dari itu, setiap kali acara wisuda kami menyebutkan bukan untuk yang diwisuda saja akan tetapi yang berprestasi juga, “katanya.

“Ke-depan kita harus memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi dan kita harus mampu menyelenggarakan debat bahasa minimal tingkat nasional, “harapnya.

UIN Jakarta akan berencana memberikan beasiswa berprestasi kepada tim debat yang tanding di Malaysia, namun kisaran nominalnya belum di sepakati.

Perlu diketahui, perwakilan negara Indonesia berasal dari UIN Jakarta dan Universitas Al-Azhar Indonesia. Masing-masing membawa satu tim yang terdiri dari empat orang peserta debat, dipandu oleh para dosen dari setiap universitasnya. Dari kedua tim yang lolos masuk final hanya tim UIN Jakarta sementara tim Universitas Al-Azhar Indonesia sedari awal harus mengaku kalah dari tim debat asal negara lain.

Tim debat asal UIN Jakarta ini terdiri dari satu tim antara lain, Daud Lintang (Fakultas Dirasat Islamiyah), Saiful Anwar (Fakultas Dirasat Islamiyah), Moh. Al-Faiz (Fakultas Dirasat Islamiyah), dan Ayatullah Husaini (Fakultas Dirasat Islamiyah) yang dipandu oleh Dr Ahmad Sayuthi Anshari Nasution (Pelatih/Perwakilan Juri), Imam Sujoko, Lc MA (Pelatih/Pendamping).

Acara debat ini berlangsung dari tanggal 9 hingga 15 November 2011. Debat didesain dalam posisi pro dan kontra di antara kedua kelompok. Materi yang diperdebatkan seputar isu-isu tentang Asia Tenggara, Islam, dan peran yang seharusnya dimainkan oleh negara-negara ASEAN di dunia internasional.

Dari prestasi itu, tim mendapat hadiah berupa uang tunai sebesar RM 5.000 atau sekitar Rp 15 juta,  piagam, dan tropi, cinderamata, buku-buku, dan kamus elektronik.