Kasubbag Publikasi dan Dokumentasi UIN Jakarta Feni Arifiani MH tengah mengisi sesi informasi perkuliahan di UIN Jakarta. Kegiatan sosialisasi UIN Jakarta kali ini menyasar 12 sekolah, madrasah, dan pesantren se-Lamongan, Jawa Timur.

Kasubbag Publikasi dan Dokumentasi UIN Jakarta Feni Arifiani MH tengah mengisi sesi informasi perkuliahan di UIN Jakarta. Kegiatan sosialisasi UIN Jakarta kali ini menyasar 12 sekolah, madrasah, dan pesantren se-Lamongan, Jawa Timur.

Lamongan, BERITA UIN Online— Tim Sosialisasi UIN Jakarta melakukan sosialisasi informasi perkuliahan UIN Jakarta ke berbagai sekolah dan pesantren se-Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kegiatan sosialisasi yang berlangsung Senin-Kamis (6-9/7/2017) ini bertujuan menarik minat siswa-santri potensial untuk memilih UIN Jakarta sebagai tujuan studi mereka.

Kasubbag Publikasi dan Dokumentasi sekaligus Ketua Tim Sosialisasi, Feni Arifiani MH, mengungkapkan kegiatan sosialisasi dilakukan dengan menyasar siswa dan santri pada sekolah, madrasah, dan pesantren terbaik se-Lamongan. “Ada 12 sekolah, madrasah, dan pesantren yang kita sasar,” katanya.

MAN Babat, misalnya, merupakan madrasah yang berhasil memenangkan kejuaraan Agricultural Engineering Event (AEE) 2017 dan juara Lomba Karya Tulis Ilmiah pada Pekan Ilmiah Geografi Raya se-Jawa Bali. Sedang Pondok Pesantren al-Ishlah merupakan salah satu pesantren modern terbesar se-Lamongan dengan ribuan alumni yang banyak mencatatkan prestasi nasional-lokal.

Ke-12 lembaga pendidikan menengah atas yang disasar tim sendiri antara lain MAN 1 Lamongan, MAN Babat, SMAN 1 Lamongan, SMAN 2 Lamongan, SMAN 3 Lamongan, SMAN Babat, SMA Muhammadiyah 6 Lamongan, MA Karang Asem, Pondok Pesantren Tarbiyah ath-Tholabah Paciran, MA Mazro’atul Ulum, Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, dan Pondok Pesantren al-Ishlah Paciran.

Selain informasi tentang fakultas dan program studi, sistem perkuliahan, dan lingkungan, tim juga mensosialisasikan tata cara pendaftaran masuk, fasilitas beasiswa, dan uang kuliah tunggal. “Dengan informasi seperti demikian, kita berharap sekolah dan siswa sudah jauh-jauh hari mempersiapkan murid-muridnya jika ingin melanjutkan studi ke UIN Jakarta,” tambahnya.

Kedatangan tim sosialisasi sendiri disambut hangat para siswa dan santri. Beragam pertanyaan disampaikan para siswa dan santri mulai dati fakultas dan program studi, akreditasi, biaya kuliah, dan beasiswa. Di berbagai pesantren, banyak santri menanyakan beasiswa bagi hafidh-hafidhoh (penghafal al-Quran).

Di MAN 1 Lamongan, Nurul Fitriani, siswi kelas XII IPS yang mengaku tertarik melanjutkan kuliah di jurusan akutansi bertanya tentang akreditasi dan kuota Prodi Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta. “Saya ingin kuliah akutansi yang prodinya sudah berakreditasi A,” katanya memberi alasan.

Di SMAN 2 Lamongan, Achmad Afif, Siswa kelas XII IPA bertanya tentang perkuliahan di Fakultas Sains dan Teknologi. Achmad yang mengaku meminati studi Biologi mengaku tengah menimbang-nimbang sejumlah perguruan tinggi tujuan.

“Setelah diceritakan tentang akreditasi prodi Ilmu Biologi dan sistem pembelajarannya, saya akan masukkan UIN Jakarta dalam list yang akan saya tuju,” katanya.

Berharap Bisa Kerjasama

Selain disambut hangat siswa dan santri, para kepala sekolah tujuan turut menyampaikan harapan lembaganya bisa menjalin kerjasama dengan UIN Jakarta. Kerjasama penyaluran terutama pemberian beasiswa studi bagi siswa berprestasi.

Kepala MAN Babat Drs. H. Abd. Hakim, M.Pd misalnya berharap UIN Jakarta bisa memberi kuota khusus penerimaan siswa berprestasi mereka. “Ini agar siswa siswi kami bisa juga kuliah di perguruan tinggi terbaik di Jakarta,” katanya.

Harapan senada disampaikan Kepala SMA 6 Muhammadiyah Lamongan Nyamirun M.Pd. Secara khusus, ia menyampaikan harapan agar UIN Jakarta bisa memberikan kuota penerimaan bagi siswa-siswi santri penghafal al-Quran untuk bisa diterima kuliah di UIN Jakarta.

“Kami punya siswa-siswi dengan hafalan hingga 30 juz dengan prestasi akademik potensial. Sekiranya bisa, kami berharap UIN Jakarta bisa menerima mereka,” harapnya. (farah nh/yuni nurkamaliah/zm)

 

Share This