Tim debat Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta berhasil menyabet penghargaan tim terbaik kedua pada Kompetisi Debat Hukum Universitas Tingkat Nasional “Padjajaran Law Fair” di Bandung, Jumat-Minggu (15-17/04). Tim terdiri dari Reza Baihaqi (Prodi Perbandingan Mazhab dan Hukum/VI), Nur Rahmi Febriani (Prodi Ilmu Hukum/IV), dan Edi Kurniawan (Prodi Ilmu Hukum/IV).

Tim debat Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta berhasil menyabet penghargaan tim terbaik kedua pada Kompetisi Debat Hukum Universitas Tingkat Nasional “Padjajaran Law Fair” di Bandung, Jumat-Minggu (15-17/04). Tim terdiri dari Reza Baihaqi (Prodi Perbandingan Mazhab dan Hukum/VI), Nur Rahmi Febriani (Prodi Ilmu Hukum/IV), dan Edi Kurniawan (Prodi Ilmu Hukum/IV).

Bandung, BERITA UIN Online– Tim debat Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta berhasil menyabet penghargaan tim terbaik kedua pada Kompetisi Debat Hukum Universitas Tingkat Nasional “Padjajaran Law Fair” di Bandung, Jumat-Minggu (15-17/04). Kompetisi ini yang diselenggarakan Universitas Padjajaran dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini diikuti tim debat hukum mahasiswa dari berbagai universitas nasional.

Pada kompetisi bertajuk Internasionalisasi Hukum Tata Negara tersebut, FSH UIN Jakarta mengirimkan delegasi muka baru. Diantaranya, Reza Baihaqi (Prodi Perbandingan Mazhab dan Hukum/VI), Nur Rahmi Febriani (Prodi Ilmu Hukum/IV), dan Edi Kurniawan (Prodi Ilmu Hukum/IV). Tim didampingi pembimbing M. Ishar Helmi, SH., S.Sy.

Dalam meraih posisi terbaik kedua, ungkap Ishar, tim debat FSH memulainya dari babak penyisihan hingga semifinal. Di semifinal yang menggunakan sistem Chaimber, FSH UIN Jakarta bertemu dua unggulan. Pada semifinal pertama, tim debat FSH menghadapi tim Universitas Pasundan. Pada semifinal kedua, tim debat UIN Jakarta menghadapi tim kuat dari Universitas Diponegoro. “Namun, alhamdulillah, tim debat FSH berhasil menyisihkan kedua tim tersebut,” terang Ishar.

Keberhasilan menjawarai semifinal menjadikan tim debat FSH masuk babak final. Namun di babak ini, tim debat harus mengakui keunggulan tim debat Universitas Katolik Parahiyangan. “Namun dengan formasi tim yang seluruhnya muka-muka baru, posisi terbaik kedua menjadi awal yang baik bagi tim dalam menghadapi event-event serupa ke depannya. Mudah-mudahan dengan persiapan dan jam terbang lebih banyak, tim ini bisa berbicara lebih banyak lagi,” harap Ishar.

Terpisah, pimpinan UIN Jakart maupun FSH mengapresiasi keberhasilan tim debat meraih posisi tersebut. Dekan FSH Dr. Asep Saepudin Jahar MA, misalnya, menyambut gembira keberhasilan tim dan mengapresiasi prestasi mereka. “Selamat atas perolehan prestasi yang membanggakan, kalian sudah berusaha keras untuk menjadi yang terbaik. Terus semangat berkarya agar menjadi terbaik,” harapnya. (Laporan: M. Isyhar Helmy)

Share This