Cisarua, BERITA UIN Online– Tim Debat Konstitusi Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengharumkan nama UIN Jakarta di kancah Nasional. Perjalanan panjang dari babak penyisihan hingga akhirnya menyabet Juara I Debat Konstitusi Tingkat Nasional yang diselenggarakan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Selasa (16/06/2015).

Mengawali perjuangannya dengan mengikuti babak penyisihan di Regional Barat, tim Debat FSH UIN Jakarta berhasil melewati penyisihan hingga bisa memenangkan babak final kompetisi debat konstitusi regional barat setelah mengalahkan tim dari Universitas Andalas (Unand), Sumetera Barat pada Kamis (30/04/20105), di Gedung Serbaguna Fakultas Hukum Universitas Jambi. Sedangkan Universitas Padjajaran, Jawa Barat, berada pada peringkat ketiga setelah mengalahkan Universitas Bengkulu.

Berhasil menjadi jawara di Regional Barat TIM Debat UIN Jakarta kembali menorehkan sejarah dengan menjadi  Juara 1 Debat Konstitusi Tingkat Nasional Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia mengalahkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (16/06/2015), di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi Mahkamah Konstitusi Cisarua, Bogor. Sedangkan berada di peringkat ketiga Universitas Andalas (UNAND) setelah menyisihkan Universitas Diponegoro (UNDIP).

Tim debat FSH UIN Jakarta diwakili oleh Trisna Teguh Dewa (Perbandingan Mazhab & Hukum/Double Degree), Novita Akria Putri (Ilmu Hukum), dan Muhammad Razib Barokah (Ilmu Hukum) bersama pembimbing Hidayatullah MH dan Fitria SH MR. Turut hadir Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni, Dr Yayan Sofyan SH MAg, Sekretasis Prodi Ilmu Hukum Arip Purkon MA, dan sejumlah dosen, di antaranya Indra Rahmatullah MH, Mara Sutan Rambe MH, dan Muhammad Ishar Helmi SSy SH.

Dekan FSH Dr Asep Saepudin Jahar MA menyambut gembira prestasi gemilang yang diraih mahasiswa FSH UIN Jakarta.

“Prestasi ini patut diapresiasi secara proporsional karena mencerminkan kinerja akademik yang dibangun FSH selama ini,” ujar Asep.

Seperti diakuinya, selama ini sivitas akademik FSH berupaya seoptimal mungkin untuk memfasilitasi pengembangan potensi dan bakat mahasiswa dalam bidang akademik dan non akademik.

“Kita fasilitasi minat dan potensi mahasiswa dalam ranah ilmu hukum, ilmu syariah, dan seni budaya,” tegas Asep sambil menunjuk data prestasi lain yang tak kalah mentereng. ***IH

Share This