Tiga Langkah Kuasai Public Speaking

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Nina Rahayu

Auditorium Utama, UIN Online Ada tiga langkah penting yang mesti dimiliki seseorang jika ingin menjadi public speaker handal dan profesional. Ketiga langkah tersebut yaitu membangun kepribadian (self building), keterampilan  (skill inductions), dan deepening. Hal ini disampaikan Direktur Bagus Brain Communication Tubagus Wahyudi ST MCHt CHI, saat menjadi pembicara pelatihan Persuasive Public Speaking for Teaching yang dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN di Ruang Teater Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Minggu (13/12).

“Kita jangan pernah bermimpi menjadi seorang public speaker yang baik jika tidak menguasai ketiga langkah tersebut,” katanya.

Bagus menjelaskan langkah pertama sangat terkait masalah kepribadian, penampilan atau gesture, vokal prima, kesehatan tubuh dan otak, serta wawasan. Langkah kedua adalah memahami ilmu komunikasi, karakteristik manusia, dan kebutuhan dasar manusia. Dalam memahami ilmu komunikasi gaya bicara seseorang baik visual, verbal, maupun vokal mesti selaras agar menghasilkan komunikasi yang efektif.

Sedangkan dalam memahami karakteristik manusia yang mesti dipahami kepribadian, sensorik, dan otak kiri dan otak kanan seseorang. Menururt dia setiap orang memiliki tipe kepribadian atau karakteristik masing-masing. “Secara umum ada empat tipe kepribadian seseorang yakni sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis,” ungkapnya.

Selanjutnya Bagus mengatakan dalam memahami kebutuhan dasar manusia ada sepuluh kebutuhan umum manusia yang harus dipahami, di antaranya kasih sayang, keunggulan, penghargaan, keamanan, dan pengakuan.

“Langkah ketiga seseorang harus memaksimalkan pemahaman ilmu berbicara, melakukan praktik berkelanjutan, menikmati setiap berbicara di depan umum, dan menimbulkan sebab untuk berbicara kapan pun dan di manapun,” tuturnya.

Bagus menambahkan dalam public speaker setidaknya ada tujuh kekuatan, yakni popularitas, otoritas/pakar, visual point, auditory point, kinestetik point, dan multi point. Kekuatan itu sama dengan strategi. []

 

 

Tiga Langkah Kuasai Public Speaking

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Nina Rahayu

Auditorium Utama, UIN Online Ada tiga langkah penting yang mesti dimiliki seseorang jika ingin menjadi public speaker handal dan profesional. Ketiga langkah tersebut yaitu membangun kepribadian (self building), keterampilan  (skill inductions), dan deepening. Hal ini disampaikan Direktur Bagus Brain Communication Tubagus Wahyudi ST MCHt CHI, saat menjadi pembicara pelatihan Persuasive Public Speaking for Teaching yang dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN di Ruang Teater Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Minggu (13/12).

“Kita jangan pernah bermimpi menjadi seorang public speaker yang baik jika tidak menguasai ketiga langkah tersebut,” katanya.

Bagus menjelaskan langkah pertama sangat terkait masalah kepribadian, penampilan atau gesture, vokal prima, kesehatan tubuh dan otak, serta wawasan. Langkah kedua adalah memahami ilmu komunikasi, karakteristik manusia, dan kebutuhan dasar manusia. Dalam memahami ilmu komunikasi gaya bicara seseorang baik visual, verbal, maupun vokal mesti selaras agar menghasilkan komunikasi yang efektif.

Sedangkan dalam memahami karakteristik manusia yang mesti dipahami kepribadian, sensorik, dan otak kiri dan otak kanan seseorang. Menururt dia setiap orang memiliki tipe kepribadian atau karakteristik masing-masing. “Secara umum ada empat tipe kepribadian seseorang yakni sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis,” ungkapnya.

Selanjutnya Bagus mengatakan dalam memahami kebutuhan dasar manusia ada sepuluh kebutuhan umum manusia yang harus dipahami, di antaranya kasih sayang, keunggulan, penghargaan, keamanan, dan pengakuan.

“Langkah ketiga seseorang harus memaksimalkan pemahaman ilmu berbicara, melakukan praktik berkelanjutan, menikmati setiap berbicara di depan umum, dan menimbulkan sebab untuk berbicara kapan pun dan di manapun,” tuturnya.

Bagus menambahkan dalam public speaker setidaknya ada tujuh kekuatan, yakni popularitas, otoritas/pakar, visual point, auditory point, kinestetik point, dan multi point. Kekuatan itu sama dengan strategi. []