Pusdiklat Kemenag, BERITA UIN Online– Dalam rangka menerapkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No 12 Tahun 2018, UIN Jakarta melalui Bagian Organisasi Kepegawaian dan Perundang-undangan (OKP) bekerjasama dengan Pusdiklat Kemenag menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan SOP dan Standar Pelayanan Minimum (SKM) bagi pegawai selama dua hari, Rabu-Kamis, (12-13/09/2018), di Pusdiklat Kemenag Ciputat.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi Kemenag Drs Aden Dainuri MEd dalam sambutannya mengatakan dalam pengembangan pegawai harus dipikirkan dampak kemanfaatannya untuk pegawai.

“Manfaatnya harus jelas untuk pegawai dalam rangka meningkatkan layanan di institusinya masing-masing,” ujar Aden dihadapan sekira 60 peserta yang hadir.

Kegiatan-kegiatan seperti ini, lanjut Aden, termasuk ke dalam kategori pembinaan pegawai sebagai implementasi Permenpan RB No 25 Tahun 2016 perihal Jabatan Pelaksana bagi PNS di lingkungan instansi pemerintah dan PMA No 12 Tahun 2018.

“Dalam PMA itu mengharuskan UIN Jakarta melakukan penyesuaian/perubahan nomenklatur jabata, yaitu dari jabatan fungsonal umum menjadi jabatan pelaksana,” imbuh Aden.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Kepegawaian UIN Jakarta Ir Yarsi Berliyanti mengatakan, acara ini terlaksana berkat kerjasama dengan Pusdiklat dengan mengundan peserta dari perwakilan fakultas dan unit-unit yang ada di rektorat.

“Pelaksanaan Bimtek untuk SDM ini terbatas kepada pengadministrasi belum kepada hal-hal yang lebih besar,” ujar Yarsi.

Tahun kemarin, lanjutnya, OKP melaksanakan Bimtek untuk seluruh pegawai dengan kecukupan dana yang tersedia. Tahun ini, kata Yarsi, dananya terkurangi untuk pelaksanaan secara serentak bagi pegawai dosen dan pengadministrasi.

Ditambahkannya, ada dua Bimtek yang dilaksanaan berbarengan, yaitu Bimtek SOP dan SPM yang menurutnya penting karena menjadi kompetensi dasar sebagai pegawai. Kegiatan ini terus diulang-ulang kembali untuk dasar pelayanan.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan supaya dapat melayani dengan baik karena layanan di UIN itu berbeda-beda, ada mahasiswa, pagawai, dan dosen. Pasti berbeda cara menghadapinya, yang secara umum harus dilayani dengan baik,” tandasnya.

Yarsi berharap, peserta yang hadir ini akan menjadi pengelola SOP di Satker masing-masing untuk ditransfer pengetahuannya kepada yang lain.

“Dari hasil Bimtek ini, diharapkan dapat dipantau kemana arah jabatan pelaksana kita masing-masing,” pungkas Yarsi mengakhiri sambutannya dan membuka acara Bimtek. (mf)

Share This