Terapkan Konsep Akselerasi, PU Tingkatkan Jumlah Koleksi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hilda Savitri

Gedung Perpustakaan Utama, BERITA UIN Online – Minimnya dana sering menjadi kendala Perpustakaan Utama (PU) untuk menambah dan memperbarui koleksinya. Padahal, sebagai pusat informasi dan referensi, PU berkewajiban memenuhi seluruh kebutuhan sivitas akademika dalam pembaharuan informasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sejak tiga tahun terakhir, PU telah menerapkan konsep akselerasi.

“Melalui konsep akselerasi, tahun ini PU mendapatkan peningkatan dana sebesar Rp 1 miliar. Ke depan, jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan sebelum menggunakan konsep akselerasi yang hanya mendapatkan dana sebesar Rp 300-400 juta per tahun,” kata Kepala Perpustakaan Utama, Nuryudi Mlis, kepada Berita UIN Online, di ruang kerjanya, Gedung Perpustakaan Utama, Senin (4/7).

Untuk meningkatkan jumlah koleksi, lanjut Nuryudi, dana tersebut akan difokuskan untuk menambah jumlah koleksi buku. PU sendiri kini memiliki lebih dari 30.000 judul buku yang berjumlah sekitar 40.000 eksemplar dan 1500 judul buku rujukan (referensi). Koleksi tersebut setiap tahunnya selalu ditambah 3.000 judul buku dengan jumlah eksemplar sebanyak 5.000.

Lebih lanjut, Nuryudi mengatakan, selain mengandalkan dana yang disediakan UIN Jakarta, PU juga menambah koleksi dengan beberapa cara lain seperti melalui program wakaf buku serta menjalin kerjasama dengan The Asia Foundation, American Corner, Canada Corner, dan lembaga-lembaga lain yang dapat menjadi penyumbang buku yang signifikan.

“Melalui wakaf buku, PU dapat melengkapi koleksi buku yang sudah tidak diterbitkan lagi,” kata Nuryudi.

Tidak hanya terfokus pada penambahan jumlah buku-buku baru, PU juga memberikan perhatian pada pemeliharaan koleksi buku yang telah dimiliki. Pemeliharaan dilakukan dengan meng-copy buku-buku yang telah rusak dan tidak dapat dipakai lagi. “Walaupun banyak buku baru, buku lama harus tetap dijaga,” pungkasnya.